Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ikut Tren Olahraga Lari Hanya Karena FoMO, Ini Risikonya

📅 Minggu, 21 Jul 2024, 11:32 WIB | Oleh: Tim Penulis

Penelitian menunjukkan bahwa pelari yang sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial cenderung mengalami penurunan rasa percaya diri dan kepuasan terhadap performa mereka, bahkan di titik tertentu dapat mengalami gangguan kesehatan mental.

Selain itu, tekanan untuk tampil sempurna di media sosial bisa menyebabkan stres berlebihan dan bahkan risiko cedera fisik akibat latihan berlebihan.

Bahkan akhir-akhir ini muncul fenomena joki Strava. Jasa "joki Strava" mengacu pada layanan berbayar untuk melakukan aktivitas lari menggantikan orang lain, tetapi menggunakan akun Strava milik pemesan.

Fenomena ini menjadi topik perbincangan hangat di kalangan warganet karena sebagian orang merasa bahwa layanan semacam ini mendukung keinginan berlebihan seseorang untuk mendapatkan validasi dan pujian. Mereka beranggapan bahwa menggunakan jasa joki untuk aktivitas lari menipu dan tidak jujur, karena pencapaian yang ditampilkan di akun Strava sebenarnya bukan milik orang yang tercatat di akun tersebut, melainkan hasil dari usaha orang lain yang dibayar.

Strategi mengendalikan FoMO

Untuk mengatasi FoMO, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Pendekatan mindfulness

Teknik mindfulness dalam berolahraga yang juga dapat berarti sebagai kondisi sadar untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan lingkungan sekitar -tanpa menghakimi atau menilai dengan penuh kasih-, dapat membantu pelari fokus pada pengalaman pribadi mereka saat berlari dan menikmati setiap langkah tanpa terbebani oleh ekspektasi sosial.

Dengan mindfulness, pelari bisa lebih menikmati proses berlari itu sendiri tanpa harus terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.

2. Mengatur waktu penggunaan media sosial

Membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial dan memilih konten yang inspiratif serta positif dapat menjaga keseimbangan mental dan emosional. Dengan membatasi paparan terhadap konten yang memicu FoMO, kita dapat menghindari tekanan yang tidak perlu.

Misalkan saja, menurut klikdokter.com cukup dua jam sehari untuk menggunakan media sosial, agar tidak terjebak pada jebakan impulsif psikologis yang berlebihan.

3. Membangun komunitas lari offline

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.