Lari Kalcer, Secangkir Kopi Ternyata Bisa Membantu Pemulihan Tubuh - Ini Penjelasan Ilmiahnya
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 16:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Bagi banyak pelari, menikmati secangkir kopi setelah menyelesaikan rute lari sudah menjadi ritual yang sulit dipisahkan. Namun, kebiasaan ini ternyata bukan sekadar soal menikmati aroma kopi atau bersantai setelah berolahraga. Sejumlah penelitian menunjukkan, kopi yang diminum pada waktu yang tepat justru dapat membantu proses pemulihan tubuh.
Dikutip dari RunLovers, setelah menyelesaikan lari, tubuh berada dalam kondisi kekurangan energi sementara. Cadangan glikogen di otot menurun, sementara sel-sel tubuh mulai bersiap menyerap nutrisi untuk memperbaiki jaringan dan mengisi kembali energi yang telah terpakai.
Di fase inilah secangkir kopi dapat memberikan manfaat tambahan.
Salah satu manfaat utamanya berasal dari kandungan kafein. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, mengonsumsi kafein bersamaan dengan karbohidrat setelah berolahraga dapat mempercepat proses resintesis glikogen otot.
Glikogen merupakan cadangan karbohidrat yang disimpan di dalam otot dan menjadi sumber energi utama selama berlari. Semakin cepat glikogen kembali terisi, semakin baik pula proses pemulihan tubuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kafein membantu meningkatkan pengangkutan glukosa dari aliran darah menuju sel-sel otot. Karena itu, memadukan secangkir kopi dengan makanan yang mengandung karbohidrat—seperti roti, pisang, atau oatmeal—dinilai lebih efektif dalam memulihkan cadangan energi dibanding hanya mengonsumsi karbohidrat saja.
Dengan kata lain, kopi setelah lari bukan sekadar minuman penyegar, melainkan dapat menjadi bagian dari strategi pemulihan.
Selain itu, jenis kopi yang dipilih juga dapat memengaruhi cara tubuh menyerap kafein.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kopi panas, seperti espresso, umumnya diserap lebih cepat oleh tubuh karena suhu hangat membantu mempercepat proses penyerapan kafein ke dalam aliran darah. Efeknya biasanya mulai terasa dalam waktu sekitar 15 hingga 45 menit.
Sementara itu, cold brew atau kopi dingin memberikan efek yang lebih bertahap. Karena harus menyesuaikan suhu terlebih dahulu di dalam tubuh, penyerapan kafeinnya berlangsung lebih lambat sehingga lonjakan efek stimulan menjadi lebih halus. Pilihan ini dinilai cocok bagi pelari yang baru berolahraga dalam cuaca panas karena memberikan efek yang lebih ringan bagi sistem kardiovaskular.
Namun manfaat kopi setelah lari ternyata tidak berhenti pada aspek fisiologis.
Menurut RunLovers, secangkir kopi juga memiliki makna sosial yang kuat di kalangan komunitas pelari. Ritual berkumpul di kedai kopi setelah berolahraga menjadi penanda bahwa sesi latihan telah selesai dan tubuh memasuki fase pemulihan.
Di berbagai kota, banyak klub lari kini menjadikan kedai kopi sebagai titik akhir latihan. Di tempat inilah para pelari berbagi pengalaman, mendiskusikan rute maupun perlengkapan lari, hingga sekadar menikmati waktu bersama setelah menyelesaikan latihan.
Momen tersebut menjadi transisi dari aktivitas fisik menuju relaksasi, sekaligus memperkuat ikatan sosial di antara para anggota komunitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!