Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Babel Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

📅 Minggu, 21 Jul 2024, 19:14 WIB | Oleh:
BPBD Babel Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan Doc: ANTARA/Elza Elvia
Ket. Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa.

PANGKALPINANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat dalam sepekan ke depan mengurangi aktivitas di luar ruangan karena daerah itu mulai memasuki musim kemarau dengan suhu udara lebih panas dari biasanya.

"Sekarang kita sudah masuk musim kemarau dan personel kita juga sudah mulai siaga untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan," kata Kepala BPBD Provinsi Babel, Mikron Antariksa, di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan puncak musim kemarau ini mengakibatkan cuaca terik di siang hari antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Fenomena ini sudah berlangsung sejak 19 Juli dan diperkirakan hingga 25 Juli 2024.

"Suhu yang cukup panas ini karena berembus angin dari timur yang membawa hawa panas dan angin kencang yang datang tiba-tiba. Ada juga cuaca dingin saat malam hari karena angin timur dari dataran Australia yang terasa di kita saat malam dan paginya dingin," ujarnya.

Menurut Mikron, fenomena ini disebut La Lina, yang menyebabkan pertumbuhan awan jadi sedikit sehingga matahari terik langsung terasa ke tubuh manusia. Oleh karena itu warga diminta beraktivitas menggunakan penutup kepala dan sering minum air putih.

"Fenomena La Lina ini tidak ada hari tanpa hujan, meskipun kemarau tetap ada hujan, dan ini akan kita alami selama satu minggu ke depan, kita akan merasa panas karena awan sedikit dan disapu angin," ujarnya.

Mikron mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari serta memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

Selain itu, pilih baju yang berbahan ringan atau longgar dan hindari pakaian berwarna gelap agar tidak menyerap panas. Gunakan sunscreendengan baju tertutup sebelum meninggalkan rumah, sediakan semprot botol air dingin, beraktivitas di dalam ruangan, perbanyak minum tanpa menunggu haus agar kebutuhan air dalam tubuh terpenuhi.

Selanjutnya, hindari minuman berkafein, minuman energi, mengandung alkohol, dan minuman manis, hindari juga kontak dengan matahari langsung, gunakan payung dan topi saat di luar rumah.

Warga juga diminta mewaspadai munculnya gejala saat cuaca panas, seperti keringat yang berlebihan, kulit terasa panas dan kering, kulit pucat, jantung berdebar lebih cepat, kram pada kaki atau perut, mual, muntah dan pusing, urine berwarna kuning pekat. Jika hal itu terjadi segera diinginkan tubuh dengan kain basah pada pergelangan tangan, leher dan liputan tubuh lainnya.
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang
    Preview komentar:
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
  • Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
  • Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 Rp2,710 Juta/Gram, Antam Rp2,782 juta/Gram, UBS Rp2,774 Juta/Gram
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Status Siaga Kekeringan Met...

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Daerah
Prawirotaman Adakan Festiva...
Daerah
Warga Semarang yang Akan Me...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.