Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemburu Madu di Nepal Hadapi Masa Depan yang Suram karena Perubahan Iklim

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 02:34 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Salah satu faktor kunci penurunan populasi lebah adalah perubahan iklim dan hilangnya habitat," kata ICIMOD. "Berkurangnya penyerbukan yang terjadi telah menimbulkan konsekuensi ekonomi yang mengkhawatirkan," imbuh mereka.

Persediaan madu halusinogen yang menyusut menyebabkan harganya melambung tinggi. Padahal dua dekade lalu satu liter madu yang dijual seharga 3,5 dollar AS, namun kini dijual seharga 15 dollar AS.

Di sisi lain, dengan berkurangnya madu maka semakin sedikit anak muda yang ingin mengikuti perburuan tradisional di gunung. Di seluruh Nepal, kaum muda lebih memilih untuk meninggalkan kehidupan pedesaan dan mencari pekerjaan dengan gaji lebih baik di luar negeri.

Menyaksikan semua ini, Doodh Bahadur amat menyesali berkurangnya lebah dan kepergian pemuda. "Kami kehilangan segalanya, dan masa depan tidak pasti dihadapi semua orang," ucap dia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR dan Pemerintah Tuntaska...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.