Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

600 Barisan Relawan SAR di 15 Kecamatan, Kota Makassar Diterjunkan untuk Antisipasi Bencana

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
600 Barisan Relawan SAR di 15 Kecamatan, Kota Makassar Diterjunkan untuk Antisipasi Bencana Doc: ANTARA/HO/Pemkot Makassar
Ket. Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.

Makassar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melibatkan 600 Barisan Relawan SAR (Balasar) yang tersebar di 15 kecamatan untuk mengantisipasi bencana dan menciptakan kota tangguh atauresilient city.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin di Makassar, Jumat, mengatakan 600 Balasar itu adalah relawan-relawan terlatih yang siap diterjunkan jika terjadi suatu bencana di satu wilayah.

"Tenaga relawan BPBD itu terbatas dan salah satu solusinya adalah bersinergi dengan relawan-relawan SAR dan kemanusiaan lainnya yang tersebar di semua kecamatan," ujarnya.

Hendra mengatakan para relawan SAR itu bertindak sebagai perpanjangan tangan dari BPBD dalam menyebarkan kesiapsiagaan bencana di tengah-tengah masyarakat.

Dia menyatakan peningkatan berbagai kapasitas tersebut membawa Indeks Risiko Bencana Kota Makassar dalam sepuluh tahun terakhir menurun signifikan dan pada tahun 2024 berada di Skala Risiko Sedang (125,87).

"Dengan semua kemampuan itu dan kesiapsiagaan kita akhirnya dalam 10 tahun terakhir kita berhasil memperbaiki indeks risiko bencana kita dan sekarang sudah berada pada level sedang," katanya.

Ia menerangkan jika BPBD Kota Makassar telah mengambil serangkaian langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Kota Makassar dalam menghadapi tantangan bencana.

Hal ini sejalan dengan salah satu program strategis Wali Kota MohRamdhan Pomanto untuk menjadikan Makassar sebagai Livable City dan Resilient City yang tangguh.

"Hal ini penting untuk memperkuat respons mereka dalam menghadapi bencana serta untuk memastikan efektivitas dalam melakukan tugas-tugas mitigasi dan pemulihan pasca-bencana di Kota Makassar," terangnya.

Hendra mengatakan BPBD juga telah mematangkan kajian risiko bencana, seperti menyiapkan peta rawan bencana dan pemasangan jalur evakuasi.

Bahkan BPBD juga telah memodernisasi peralatan dan peningkatan fungsi sarana serta prasarana untuk memperkuat respons bencana. Salah satunya, melalui War Room BPBD.

"Tim War Room menerima laporan langsung dari lapangan, mengkoordinasikan tanggap darurat, dan mengolah informasi tentang situasi bencana, dan terhubung dengancall center112 untuk respons cepat terhadap keadaan mendesak dari masyarakat," ucap Hendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.