Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Komisi Eropa Usulkan Pengurangan Emisi

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 02:15 WIB | Oleh:
Presiden Komisi Eropa Usulkan Pengurangan Emisi Doc: AFP/FREDERICK FLORIN
Ket. Ursula Von der Leyen

BRUSSEL - Presiden Komisi Eropa, Ursula Von der Leyen, berjanji akan mengusulkan pengurangan emisi berbahaya di negara-negara Uni Eropa (UE) sebesar 90 persen pada tahun 2040 jika dia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Usulan itu dilontarkan ketika anggota Parlemen Eropa akan memberikan suara di Strasbourg pada Kamis (18/7) terkait pencalonan Von der Leyen untuk masa jabatan berikutnya sebagai ketua Komisi Eropa.

"Fokus sepenuhnya adalah mendukung dan menciptakan kondisi yang tepat bagi perusahaan untuk mencapai tujuan bersama kami. Fokus ini berarti menyederhanakan, berinvestasi, dan memastikan akses ke pasokan energi dan bahan mentah yang murah, berkelanjutan, dan aman," kata Von der Leyen.

"Fokus ini juga akan menyiapkan jalan menuju target pengurangan emisi sebesar 90 persen pada tahun 2040 yang akan kami usulkan untuk diabadikan dalam Undang-Undang Iklim Eropa," imbuh dia. Von der Leyen juga berjanji untuk memperkenalkan undang-undang untuk mempercepat dekarbonisasi dalam industri Eropa.

Sebelumnya, Komisi Eropa mengusulkan penetapan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di UE sebesar 90 persen net pada tahun 2040 dibandingkan dengan tingkat gas rumah kaca pada tahun 1990. Pada 2019, UE bahkan telah mengumumkan niatnya untuk menjadi wilayah netral iklim pada 2050.

Diadopsi pada akhir tahun 2019, Kesepakatan Eropa Hijau (European Green Deal) adalah rencana besar untuk transformasi ekonomi, sosial, dan lingkungan guna menjadikan Eropa sebagai benua netral iklim pada tahun 2050.

Konsep netralitas iklim mengasumsikan bahwa emisi gas berbahaya ke atmosfer adalah nol, atau emisi yang dikeluarkan itu dikompensasi dengan upaya-upaya untuk perlindungan lingkungan.

Pihak berwenang UE sekarang ini sedang merevisi target sementara untuk pangsa konsumsi energi terbarukan di wilayah tersebut pada tahun 2030, dengan rencana meningkatkannya dari 32 persen menjadi 45 persen. SB/Ant/Sputnik/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.