Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film 'Inside Out 2' Memperkenalkan Ennui, Karakter yang Mengajari Kita tentang Kebosanan

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di sebagian besar film, dia menempati posisi kedua setelah Kecemasan, tokoh antagonis utama film tersebut. Saat Kecemasan membakar layar dengan energi gugupnya yang hingar bingar, Ennui adalah pengintai yang memancarkan apa yang orang Prancis sebut je m'en foutisme-seni remaja yang cuek atau tidak peduli. Menariknya, ponsel pintar Ennui juga berfungsi sebagai remote control konsol, sehingga dia dapat mengontrol emosi Riley tanpa harus bangun dari sofa.

Ini adalah aspek inti dari peran Ennui dalam film tersebut. Dia tidak terlalu peduli dengan emosi-emosi lainnya-hanya menanggapi sedikit dengan desahan dramatis, menguap, memutar mata, atau melontarkan kalimat-kalimat sarkastik dan cacian. Rasa ketidaktertarikan inilah yang membuat film ini memahami peran kebosanan dalam kehidupan emosional Riley, saat ia bertransisi dari anak-anak ke remaja.

Namun, pada momen-momen penting dalam film, Ennui mengambil alih kendali konsol, memengaruhi pengalaman emosional Riley dengan mengurangi intensitasnya-misalnya saat Riley mencoba membuat teman-teman lamanya di perkemahan musim panas terkesan. Ketika mereka menyebutkan nama boy band norak yang dia temui musim panas lalu, ini menyebabkan Kecemasan dan Rasa Malu muncul. Ennui bangkit dari sofanya dan mengumumkan: "Aku sudah menunggu momen ini."

Ennui mengimbangi ketakutan Riley terhadap pandangan orang lain atas dirinya dengan sarkasme dalam dosis besar, yang bertindak sebagai perisai pelindung. Pada saat-saat penting lainnya, fungsi Ennui adalah untuk mengendalikan emosi yang lain-membantu memuluskan intensitas emosional kehidupan remaja.

Cara Ennui membantu meredam pengalaman emosional Riley sejalan dengan gagasan sosiolog Georg Simmel tentang "sikap blasé". Dalam esainya The Metropolis and Mental Life (1903), Simmel menggambarkan sikap blasé sebagai konsekuensi dari "stimulasi saraf yang berubah cepat yang disatukan dalam segala kontrasnya" di kota metropolitan modern.

Simmel berpendapat bahwa sikap bosan memberikan suatu bentuk perlindungan dari intensitas sensorik dan rangsangan berlebihan yang muncul dari kehidupan kota.

Bisa dibilang, versi kebosanan inilah yang mendominasi karakter Ennui. Dengan meredakan naik turunnya emosi Riley, Ennui menawarkan bentuk perlindungan dari rangsangan berlebihan yang muncul saat masa remaja.The Conversation

Tina Kendall, Associate Professor Film, media and communication studies, Anglia Ruskin University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.