Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film 'Inside Out 2' Memperkenalkan Ennui, Karakter yang Mengajari Kita tentang Kebosanan

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film 'Inside Out 2' Memperkenalkan Ennui, Karakter yang Mengajari Kita tentang Kebosanan Doc: The Conversation
Ket. Sepanjang film, Ennui yang beraksen Prancis berbaring di sofa mengenakan pakaian olahraga biru tua, menatap layar ponsel pintarnya tanpa ekspresi.

Tina Kendall, Anglia Ruskin University

Film animasi anak-anak telah lama berupaya mengajari pemirsa muda cara mengelola emosi. Inside Out (2015) karya Disney Pixar, salah satunya, mengartikan tugas pengaturan emosi ini secara literal.

Kegembiraan, kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan rasa jijik-lima emosi dasar protagonis Riley-menjadi karakter di "ruang kendali" interiornya. Bersama-sama, mereka memandu tindakan Riley saat ia berkembang dari balita hingga praremaja. Kini, di sekuel berikutnya, Inside Out 2, Riley akan berusia 13 tahun. Artinya, emosi yang lebih "canggih"-termasuk cemas, malu, iri, dan kebosanan akan datang.

Saya seorang peneliti yang telah mempelajari bagaimana kebosanan membentuk konten dan penggunaan media. Jadi, saya sangat tertarik dengan karakter Ennui, yang mewujudkan sikap apatis yang tidak terikat, yang biasanya disebut sebagai kebosanan.

Di awal film, Kecemasan menjelaskan kepada emosi yang lebih tua bahwa "kita semua mempunyai tugas yang harus dilakukan". Ia menambahkan bahwa tugasnya adalah "merencanakan masa depan". Lalu, pekerjaan apa yang dimiliki Ennui dalam film tersebut, dan bagaimana hal ini memetakan peran kebosanan dalam kehidupan kita sehari-hari?

Sejak diperkenalkan pada awal abad ke-19, konsep "kebosanan" telah menjadi topik perdebatan dan perselisihan. Para filsuf dan psikolog mengamati bahwa kebosanan dapat berdampak positif dan negatif, sehingga memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan masa kanak-kanak dan remaja.

Dalam diskusinya tentang kebosanan, psikoanalis Adam Phillips menggambarkan rasa bosan sebagai:

Keadaan mati suri ketika segala sesuatu dimulai dan tidak ada yang dimulai, suasana kegelisahan yang menyebar dan mengandung keinginan paling tidak masuk akal atau paradoks, hasrat akan suatu keinginan.

Studi terbaru psikolog James Danckert dan John Eastwood mengungkap, kebosanan pada dasarnya adalah "ajakan untuk bertindak, sinyal untuk menjadi lebih terlibat"-atau mencoba sesuatu yang berbeda.

Meskipun hal ini dikaitkan dengan pelepasan diri dan sikap apatis serta dapat menjadi tanda bahwa kita perlu mengubah haluan, penelitian saya menunjukkan betapa kebosanan semakin menjadi sasaran perusahaan media. Mereka bekerja keras untuk mengonsolidasikan hubungan antara rasa bosan dan penggunaan perangkat digital. Ponsel kita sering kali dipromosikan sebagai alat untuk melawan kebosanan, kapan pun dan di mana pun hal itu terjadi.

Kebosanan, dan ketakutan akan hal itu, memotivasi kita untuk menelusuri internet tanpa berpikir panjang. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa semakin sering kita menggunakan ponsel untuk mengalihkan perhatian kita dari kebosanan, semakin tinggi risiko menjadi bosan, khususnya bagi remaja. Dalam beberapa dekade terakhir, penelitian telah menunjukkan adanya korelasi antara meningkatnya kebosanan dan kesulitan akibat kesehatan mental.

'Inside Out 2' tidak secara khusus membahas aspek-aspek kebosanan yang berpotensi negatif. Sebaliknya, film ini menggandakan peran positif yang dimainkan oleh kebosanan dalam membantu Riley mengelola intensitas kehidupan remaja. Sepanjang film, Ennui yang beraksen Prancis berbaring di sofa mengenakan pakaian olahraga biru tua, menatap layar ponsel pintarnya tanpa ekspresi.

Awalnya, sketsa desain konsep menggambarkan Ennui dalam warna merah muda, tapi versi finalnya diubah menjadi nuansa tinta biru dan ungu tua. Desainer produksi Ennui menjelaskan: "Kami pada akhirnya memilih warna biru keabu-abuan yang gelap ini-ika saya harus memberinya nama, itu akan menjadi 'bla'."

Penampilan, gerakan, dan refleks verbal Ennui semuanya memancarkan kelelahan mental, kelambanan fisik, dan kurangnya minat karena merasa bosan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.