Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenko PMK Dorong Gerakan Satu jam tanpa Gawai untuk Bangun Revolusi Mental di Keluarga

📅 Kamis, 18 Jul 2024, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenko PMK Dorong Gerakan Satu jam tanpa Gawai untuk Bangun Revolusi Mental di Keluarga Doc: antarafoto
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Warsito

JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Warsito menyampaikan sebuah gerakan satu jam tanpa gawai membangun revolusi mental dalam keluarga.

"Gerakan orang tua sama-sama pisah dengan gawai, kemudian mendampingi anaknya Itu kan luar biasa, termasuk yang kita dorong. Satu jam tanpa gawai itu bukan sekadar tidur saja, tetapi bergaul, berinteraksi dengan anak, suami-istri bareng-bareng itu kan bagian dari revolusi mental dalam keluarga," ujar Warsito ditemui saat mengunjungi Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (18/7).

Ia menegaskan menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2024 menjadi momentum untuk terus menyosialisasikan gerakan satu jam tanpa gawai tersebut.

"Kita sekarang kan main gawai atau handphone itu sudah seperti minum pil ya, enggak bisa lepas sama sekali. Untuk itu gerakan satu jam tanpa gawai tersebut bisa kita gerakkan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional," ucapnya.

Selain satu jam tanpa gawai, lanjutnya, Hari Anak Nasional juga menjadi salah satu momen untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, utamanya bagi anak-anak disabilitas.

"Itu contoh dan tentu ini bagian dari yang kita kampanyekan di revolusi mental, bagaimana contoh-contoh itu yang kita lakukan untuk Hari Anak, dan banyak kegiatan lain yang juga kita endorse (dukung), termasuk anak-anak disabilitas itu bagian dari bagaimana memberikan pendidikan, kepercayaan diri bagi anak disabilitas," tuturnya.

Ia menjelaskan Gerakan Nasional Revolusi Mental menekankan pada tiga hal yakni gotong royong, integritas, dan etos kerja. Selain itu, juga terdapat Gerakan Indonesia Melayani yang fokus pada lima sikap yakni mandiri, melayani, bersih, bersatu, dan tertib.

"Nah dari situ turunannya adalah bagaimana kita memotret yang ada di Indonesia, di masyarakat Indonesia terkait dengan lima gerakan Indonesia itu dalam menggunakan indikator-indikator yang memang sudah rigid (kaku), artinya sesuatu yang memang sudah kita buat untuk memotret capaiannya," kata Warsito.

Ia mengemukakan saat ini Kemenko PMK tengah mengukur progres Indeks Capaian Revolusi Mental (ICRM) yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Adapun Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang mengamanatkan perbaikan dan pembangunan karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai etos kerja, gotong royong, dan integritas.

GNRM masuk sebagai program prioritas nasional dalam upaya mendorong pembangunan sumber daya manusia untuk mendukung visi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.