Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lulusan Vokasi Mesti Paham Tren Perilaku Konsumen

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 19:52 WIB | Oleh:
Lulusan Vokasi Mesti Paham Tren Perilaku Konsumen Doc: muhammad marup
Ket. (tengah) Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uuf Brajawidagda dan Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Kemendag, Merry Maryati, di sela Workshop Customer Behaviour, di Jakarta, Rabu (17/7).

JAKARTA - Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uuf Brajawidagda, mengatakan lulusan vokasi mesti memahami tren perilaku konsumen. Selain berguna untuk bekerja, hal tersebut juga penting bagi siswa vokasi yang hendak berwirausaha.

"Kita bekerja sama untuk mengenalkan satuan pendidikan vokasi kita dengan kewirausahaan. Temanya saat ini tentang tren perilaku konsumen. Kita ingin selain bekerja ada opsi agar anak-anak ini masuk sektor wirausaha," ujar Uuf, dalam Workshop Customer Behaviour, di Jakarta, Rabu (17/7).

Dia menerangkan, di satuan pendidikan vokasi, terutama di SMK sebenarnya sudah mendapat materi-materi berkaitan tentang tren perilaku konsumen, hanya saja masih banyak ruang perbaikan. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar pelatihan kepada siswa-siswa SMK.

"Kita coba perspektif lain, Kemendag lebih intens membawahi sektor usaha punya kepakaran tentang itu. Ini salah satu ikhtiar kolaborasi agar satuan pendidikan kita lebih selaras dengan dunia usaha," jelasnya.

Produk Ekspor

Uuf mengungkapkan, ada 20 SMK di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi diajak dalam workshop tersebut. Sekolah-sekolah tersebut juga didorong menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki nilai jual hingga keluar negeri.

Dia menambahkan, SMK hari ini mesti dibangun kemampuannya dalam berwirausaha. Dengan demikian, SMK bisa menjadi salah satu rantai pemasok produk ke perusahaan.

"Banyak produk tentu saja teman-teman SMK kita bisa masuk ke sana kita punya terkait ekonomi kreatif, kita punya sektor manufaktur yang sudah mengeluarkan banyak produk," tuturnya.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Kemendag, Merry Maryati mengatakan pihaknya di Indonesia Design Development Center (IDDC) tengah melakukan pengembangan ekspor nasional. Sehingga IDDC kata dia memberikan fasilitas bagi sivitas akademik, termasuk sekolah untuk mengembangkan produk.

"Untuk bisa membuat atau menelurkan produk yang memang berkualitas, berorientasi ekspor dan juga bernilai tambah," terangnya.

Merry pun mengungkap sejatinya kolaborasi dengan pendidikan vokasi sudah berjalan sejak lama. Salah satunya pada Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).

"Saat ini dengan sharing session dengan SMK se-Jabodetabek ini harapannya memberikan semacam pengetahuan ataupun apa aja sih yang sebetulnya menjadi tren saat ini, tren pasar dan juga perilaku konsumen saat ini," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.