Perkuat Sinergi untuk Mengendalikan Inflasi di Papua dengan Inovasi
📅 Selasa, 16 Jul 2024, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Qadri Pratiwi
Jayapura - Guna memastikan harga-harga tetap terjangkau oleh masyarakatPapua, Bank Indonesia intens memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dengan Pemerintah serta pemangku lain, agar inflasi tetap rendah.
Bank Indonesia juga memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas ekonomi dan nilai rupiah, salah satu kebijakan moneter yang ditempuh BI yakni mengendalikan inflasi.
Sinergi yang kuat antara Pemerintah dan Bank Indonesia, menurut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Papua Faturachman, dapat mempermudah dalam menerapkan kebijakandan program stabilisasiharga, terutama kebutuhan pokok.
Sinergi tersebut memang membuahkan hasil, terbukti hingga kini Provinsi Papua tetap berada pada lima besar inflasi terendah se-Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia berkomitmen melanjutkan kerja sama melakukan berbagai upaya agar stabilitas harga barang dan jasa di Provinsi Tanah Papua relatif sama.
Berdasarkan laporan perkembangan inflasi daerah hingga Juni 2024, Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah atauTPID bersama Gerakan Pangan Murah (GPM), telah menggelar operasi pasar (OP) dan warung pangan sebanyak 68 kali di wilayah Papua, di antaranya 44 kali dilakukan oleh Provinsi Papua, delapan kali di Papua Selatan,14 kali di Papua Tengah, dan dua di Papua Pegunungan.
Dalam penyelenggaraannya, Kpw BI juga selalu memberikan dukungan aktif melalui penyediaan sarana dan prasarana kegiatan GPM dan OP di wilayah Tanah Papua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Tim PerumusanKebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah atau Kekda Bank Indonesia Provinsi Papua,Agni Alam Awirya, mengatakan sebagai salah satu instrumen pengendalian harga, salah satunya memang GPM, karena kegiatan tersebut menghadirkan komoditas-komoditas pokok dengan harga terjangkau.
Melalui operasi pasar tersebut,masyarakat bisa memanfaatkan GPM ini untuk membeli barang dengan harga stabil dan terjangkau.
Sasaran utama bahwa harga di pasar mengikuti yang ada GPMsehingga secara umum harga komoditas pokok bisa kembali stabil bila sebelumnya sempat terjadi kenaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2024 dirumuskan dengan mengacu pada strategi pada peta jalan pengendalian inflasi TPIP-TPID, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, ielancarandistribusi, dan komunikasi efektif (4K).
Sejauh ini perkembangan inflasi khususnya di Provinsi Papua sangat terkendali, yakni sebesar 1,47 persen. Berdasarkan data inflasi tahunan, pada Juni 2024 menempati urutan ketiga terendah se Indonesia.
Jika kondisi perekonomian di Tanah Papua terus stabil maka sasaran inflasi nasional 2,5 plus minus satu persen dapat tercapai pada akhir tahun.
"Dengan inflasiselalu terjaga maka akan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan kualitas (pertumbuhan) yang baik sehingga perekonomian (Papua) semakin kuat, yang didukung oleh sumber pertumbuhan ekonomi baru," kata Agni Alam Awirya.
Selain itu, dengan kondisi inflasi stabil rendah maka daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian lebih kencang di daerah.
Pemprov Papua menekankan bahwa untuk menjagainflasi stabil rendah secara berkelanjutan, ada beberapa cara yang dilakukan oleh Pemprov Papua
Pertama, aktif melakukan monitoringuntuk memastikan kabupaten/kota melakukan pelaporan indeks perkembangan harga (IPH) secara rutin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!