Perkuat Sinergi untuk Mengendalikan Inflasi di Papua dengan Inovasi
📅 Selasa, 16 Jul 2024, 22:15 WIB | Oleh: Tim PenulisKedua, melakukan operasi pasar tradisional dan modern untuk mengendalikan harga. Selain itu, juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok. Ketiga, mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk pengendalian Inflasi di daerah tahun 2024 sebanyak Rp11 miliar.
Keempat, secara simultan melakukan penguatan koordinasi dan sinergi berbagai tingkatan pemerintahan (multi-level government) bersama para pemangku kepentingan lainnya.
Kelima, menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok melalui koordinasi dan rapat rutin TPID bersama para pihak terkait.
Keenam, TPID Provinsi Papua telah mengidentifikasi beberapa daerah (surplus/defisit) yang berlokasi di sekitar Kota Jayapura yang mampu membantu meningkatkan pasokan pangan strategis, antara lain, Biak dengan perikanan,Kepulauan Yapen berupa cabai merah, Keerom yakni jagung untuk pakan ternak, dan Sarmi dengan hortikultura.
Ketujuh, gerakan tanam dan replikasi pangan untuk ketahanan pangan strategis. Kedelapan fasilitasi kelompok binaan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tanaman cabai di Kabupaten Keerom. Kesepuluh, melakukan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), dan terakhir memfasilitasi kerja sama antardaerah (KAD) dalam pengendalianinflasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Adanya upaya-upaya tersebut kami yakni inflasi terus terjaga jika tidak maka akan berdampak pada perekonomian setempat," kata Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun.
Oleh karena itu pihaknya bakal terus menjalin koordinasi, komunikasi, serta melakukan pemantauan langsung harga komoditas pokok di lapangan,agar inflasi Provinsi Papua terus terjaga.
Penjabat Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk mengakui kondisi geografis di wilayah kerja memang dapat memicu inflasi.
Untuk itu dibutuhkan inovasi agarharga di Provinsi Papua Tengah tetap dapat terkendali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komoditas pangan seperti cabai, tomat, dan bawang merupakan penyumbang naiknya angka inflasi di Provinsi Papua Tengah
Untuk itu diperlukan inovasi sehingga kini para penjual di pasar tradisional menjual cabai, tomat, dan beberapa komoditas pertanian lainnya dalam keadaan beku.
"Dari hasil pengamatan kami di pasar, kini stok komoditas pangan seperti cabai, tomat, dan bawang saat ini mulai terjagasehingga tidak ada lonjakan harga" katanya.
Inovasi (pembekuan hasil pertanian) tersebut dapat mencegah terjadinya kerusakan hasil pertanian sehingga tidak ada kelangkaan komoditas yang memicu kenaikan harga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasiyearon year(yoy)di Papua Tengahtercatat mencapai 4,39 persen pada Juni 2024. Bahkan, inflasi di Nabire pada Juni tercatat hingga 6,21 persen (yoy), jauh di atas angka inflasi nasional sebesar 2,51 persen (yoy).
Meski demikian, ia optimistis inflasi pada masa mendatang bisa ditekan lebih rendah lagi bila inovasi pembekuan komoditas pertanian itu diperluaskan ke berbagai daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!