Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lulusan Vokasi Mampu Tingkatkan SDM Industri Ritel

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 19:08 WIB | Oleh:
Lulusan Vokasi Mampu Tingkatkan SDM Industri Ritel Doc: istimewa
Ket. Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uuf Brajawidagda, dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Mitra Akademi Perkasa (MAP Retail Academy), di Jakarta, Selasa (16/7).

JAKARTA - Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uuf Brajawidagda, mengatakan lulusan vokasi mampu meningkatkan kualitas indusri ritel. Untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya aktif memfasilitasi kolaborasi satuan pendidikan vokasi (SPV) dengan industri ritel.

"Ke depannya lulusan dari Satuan Pendidikan Vokasi akan meningkatkan daya saing secara sumber daya manusia di industri retail," ujar Uuf, dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Mitra Akademi Perkasa (MAP Retail Academy), di Jakarta, Selasa (16/7).

Dia menerangkan, Kebijakan Merdeka Belajar saat ini menjadi jembatan yang baik dalam meningkatkan penyelarasan atmosfer dunia industri dengan lembaga pendidikan. Adapun agenda kolaborasi dengan MAP Retail Aacedemy dapat menjadi pilot project untuk dikembangkan ke berbagai daerah.

"Daya serap dari kebutuhan MAP Group juga sangat besar sehingga pendidikan di vokasi juga mampu menjadi jawaban bagi para pelaku industri di Indonesia," jelasnya.

Plt. Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto mengungkapkan, ada 40 SPV di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan MAP Retail Academy. SPV terdiri dari 38 SMK dan 2 Perguruan Tinggi Vokasi (PTV).

Dia berharap, kemitraan tersebut dapat menjadi program yang sustain atau berkelanjutan. Dengan demikian, output dari sekolah-sekolah vokasi dapat memberikan dampak positif bagi dunia industri, khususnya industri retail.

"Jangan sampai berhenti di sini, perbanyak kolaborasi, perluas jaringan dan saatnya kita terjun dalam kehidupan nyata," ucapnya.

Direktur PT MAP, Handaka Santosa, menyebut, banyak potensi yang dapat disinergikan antara Vokasi dengan MAP. Dengan demkian akan muncul talenta-talenta yang dapat bersaing secara global.

Dia menambahkan, kolaborasi tersebut dapat menjadi rantai yang cepat dalam supply dan demand di dunia usaha maupun dunia industri. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di industri retail juga masih sangat penting dengan hadirnya talenta-talenta yang bagus dari sistem pendidikan vokasi, salah satunya melalui kolaborasi seperti ini.

"Terlihat ada banyak lulusan SMK atau lulusan vokasi yang menempati posisi-posisi strategis di MAP Group," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.