Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Deklarasi Perang Melawan Obesitas

📅 Senin, 15 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Deklarasi Perang Melawan Obesitas Doc: Sumber: WHO

BEIJING - Separuh populasi warga dewasa Tiongkok tergolong kelebihan berat badan atau obesitas. Akibatnya, pemerintah Tiongkok menggalakkan upaya pengendalian berat badan melalui kampanye kesadaran masyarakat baru.

Insinyur dirgantara, Wang Hao, 45 tahun, tengah berjuang melawan berat badannya selama lebih dari 20 tahun. Ayah satu anak yang tinggal di Beijing ini, dengan tinggi 1,84 meter dan berat 124 kilogram, mulai naik berat badannya pada 2003, setelah lulus dari universitas dan memulai kehidupan kerja yang sibuk.

"Kenaikan berat badan saya terutama disebabkan oleh banyaknya minyak dan kalori dalam makanan saya, ditambah dengan sedikit atau tidak adanya olahraga," kata Wang, yang berat badan idealnya seharusnya di bawah 80 kg.

Dikutip dari The Straits Times, ia menyadari bahwa tekanan darahnya juga meningkat dalam dua tahun terakhir, dan meskipun sebelumnya ia telah berusaha mengurangi berat badannya melalui diet dan olahraga, ia tidak dapat mempertahankannya.

"Kurangnya waktu adalah kendala terbesar," imbuhnya.

Tiongkok telah mendeklarasikan perang tiga tahun melawan obesitas dalam upaya membantu warga seperti Wang mencapai berat badan sehat, karena negara tersebut berjuang untuk membendung krisis yang dapat menyebabkan dua pertiga penduduknya mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2030.

Otoritas kesehatan nasional Tiongkok pada bulan Juni meluncurkan kebijakan baru untuk melawan peningkatan lingkar pinggang yang melibatkan 16 kementerian dan departemen pemerintah dalam strategi nasional paling komprehensif hingga saat ini.

Tingkat obesitas di Tiongkok telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir, dengan lebih dari separuh dari 1,4 miliar penduduk negara itu mengalami kelebihan berat badan. Pada tahun 2030, hampir 70 persen penduduk Tiongkok dapat memiliki berat badan lebih dari yang seharusnya.

"Ada 2,5 miliar orang dewasa di dunia, 43 persen dari populasi, yang kelebihan berat badan, termasuk 890 juta orang dewasa yang hidup dengan obesitas," kata Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO).

Biaya pengobatan yang disebabkan oleh obesitas diperkirakan akan membengkak. Sebuah penelitian di Tiongkok memperkirakan bahwa biaya tersebut akan mencapai 418 miliar yuan pada tahun 2030, yang merupakan 22 persen dari total biaya perawatan kesehatan negara tersebut.

Gaya Hidup

Populasi kelebihan berat badan di Tiongkok meningkat dua kali lipat dalam waktu hampir 30 tahun, dari 20 persen pada tahun 1992 menjadi lebih dari 50 persen.

Tren obesitas pada anak bahkan lebih mengkhawatirkan, dengan prevalensi anak-anak dan remaja yang kelebihan berat badan dan obesitas meningkat 400 persen dalam dua dekade menjadi hampir 40 persen pada tahun 2020, melampaui beberapa negara Barat dan negara-negara maju.

Dekan pendiri Institut Kesehatan Global Universitas Xi'an Jiaotong, Wang Youfa, mengaitkan krisis obesitas di Tiongkok dengan perubahan gaya hidup yang disebabkan oleh urbanisasi yang pesat dan pertumbuhan ekonomi, yang telah mengubah pola makan Tiongkok secara signifikan menjadi pola makan yang penuh gula, lemak, dan kalori.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.