Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Teknologi Endobronchial Ultrasound untuk Deteksi Kanker Paru

📅 Senin, 15 Jul 2024, 22:45 WIB | Oleh:
Mengenal Teknologi Endobronchial Ultrasound untuk Deteksi Kanker Paru Doc: AFP
Ket. Ilustrasi.

Teknologi Endobronchial Ultrasound (EBUS) merupakan prosedur untuk mendapatkan gambaran lebih jelas serta memperoleh sampel dari saluran pernapasan, paru-paru, dan kelenjar getah bening guna mendeteksi kanker paru-paru.

Prosedur itu melibatkan penggunaan tabung kecil yang dilengkapi dengan kamera video dan ultrasound yang dimasukkan melalui mulut dan tenggorokan.

Menurut dr Ginanjar Arum Desianti, Sp.P (K), dokter spesialis paru RS Siloam MRCCC Semanggi, kanker paru terjadi ketika sel-sel di dalam paru-paru berkembang secara tidak terkendali. Ada dua jenis utama kanker paru-paru, kanker paru primer yang dimulai di paru-paru itu sendiri, dan kanker paru sekunder yang merupakan penyebaran dari kanker di area tubuh lain.

"Gejalanya tidak selalu terlihat pada tahap awal, tetapi beberapa tanda awal yang sering muncul adalah sesak napas, suara serak, batuk terus-menerus dengan atau tanpa dahak dan darah, nyeri dada, serta kelelahan," kata dr Arum dalam keterangan tertulis pada Senin.

Jika kanker paru telah menyebar, gejala yang mungkin muncul termasuk sakit kepala, berat badan turun secara drastis, gangguan keseimbangan, mata dan kulit yang kekuningan, nyeri sendi dan tulang, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

dr Arum menjelaskan, teknologi EBUS bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi kanker paru karena mampu memberikan sampel asli secara langsung dari area yang dijangkau, menghasilkan gambar yang detail untuk evaluasi patologi, dan menyediakan pilihan anestesi sedang atau anestesi umum.

Proses EBUS juga relatif cepat dan sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama.

"EBUS bisa menjadi alternatif pilihan diagnosis yang tepat karena tingkat ketepatan dan keberhasilan mencapai 95 persen, dengan bantuan diagnosis EBUS, pasien tentunya akan mendapatkan proses pengobatan tepat sehingga kualitas hidup akan menjadi lebih baik," ujar dr. Arum.

Prosedur EBUS

Beberapa langkah yang dilakukan dalam prosedur EBUS antara lain, persiapan yang meliputi pemeriksaan pra-prosedur, termasuk pemeriksaan fisik, dan riwayat medis. Pasien mungkin juga perlu berpuasa beberapa jam sebelum prosedur dilaksanakan sesuai dengan instruksi dokter. Jika ada kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan tertentu, dokter akan memberikan instruksi khusus terkait persiapan.

Kedua, anestesi. EBUS dapat dilakukan dengan anestesi sedang atau anestesi umum, tergantung situasi dan preferensi pasien. Penting untuk pasien agar mengikuti instruksi dokter terkait kebutuhan makan atau minum sebelum prosedur dilakukan.

Ketiga, memasukkan tabung Endobronchial Ultrasound. Setelah pasien dibius, dokter akan memasukkan tabung kecil yang dilengkapi dengan kamera danprobe ultrasoundmelalui mulut dan tenggorokan pasien.

Tabung itu akan mencapai saluran pernapasan, paru-paru, dan mungkin juga kelenjar getah bening di sekitarnya.

Keempat, pemantauan visual. Saat tabung EBUS dimasukkan, dokter akan menggunakan monitor untuk melihat gambaran real-time dari saluran pernapasan, paru-paru, dan kelenjar getah bening.

Kelima, aspirasi jarum transbronkial (TBNA). Selain visualisasi, dokter juga dapat melakukan teknik TBNAselama EBUS. Teknik itu memungkinkan dokter mengambil sampel jaringan atau cairan dari paru-paru dan kelenjar getah bening di sekitarnya menggunakan jarum kecil.

Terakhir adalah penutupan dan pemulihan di mana pasien akan dipantau secara berkala saat efek anestesi menghilang guna memastikan proses pemulihan berjalan baik.

Setelah EBUS, dokter menggunakan sampel untuk analisis lebih lanjut dan mendiagnosis kondisi pasien. Pada umumnya, pasien dapat pulang pada hari yang sama, tetapi juga tergantung pada keadaan individu dan instruksi dokter.

Pemulihan Setelah EBUS

Setelah prosedur EBUS, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan pemulihan yang optimal. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

a. Istirahat dan pemulihan: Setelah prosedur EBUS, penting bagi pasien untuk istirahat yang cukup untuk memungkinkan tubuh pulih. Hindari aktivitas yang berat dan pastikan untuk tidur dengan baik.

b. Perawatan luka: Pasien mungkin mengalami sedikit ketidaknyamanan atau sakit tenggorokan setelah prosedur. Minum air hangat dapat membantu meredakan gejala ini. Jika ada perdarahan atau infeksi, segera hubungi dokter.

c. Pengawasan gejala: Setelah EBUS, pasien perlu memantau gejala-gejala yang tidak biasa seperti demam, batuk berdarah, atau sesak napas yang memburuk. Jika mengalami hal ini, segera berkonsultasi dengan dokter.

d. Pencegahan infeksi: Pasien harus menjaga kebersihan diri untuk mencegah infeksi pasca-prosedur. Cuci tangan dengan sabun dan air dengan saksama, hindari kerumunan, dan hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

18 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.