Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Globalisasi Sebabkan Keimigrasian Tak Bisa Hanya Andalkan APBN

📅 Senin, 15 Jul 2024, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Globalisasi Sebabkan Keimigrasian Tak Bisa Hanya Andalkan APBN Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Tangkapan layar - Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim dalam acara "Dengar Pendapat Publik tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Keimigrasian" yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Jakarta - Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Silmy Karim menyebutkan perkembangan globalisasi menyebabkan urusan keimigrasian tak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan perubahan yang sangat cepat dan drastis dari globalisasi tidak selalu dapat diimbangi dengan kemampuan dan ketersediaan dana pada kas negara, yang pada akhirnya akan menjadi batasan dalam menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian.

"Perkembangan globalisasi secara prinsip tidak dapat terelakkan lagi, sehingga memerlukan adanya perhatian dalam berbagai kemungkinan, tantangan, ancaman, dan hambatan dari gangguan yang ada serta kebijakan dan strategi untuk menanggulangi secara tepat," kata Silmy acara Dengar Pendapat Publik tentang RUU Keimigrasian yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Maka dari itu, Silmy menegaskan diperlukan perubahan melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang salah satunya mengatur fleksibilitas anggaran keimigrasian.

Adapun dalam Pasal 137 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, diatur bahwa dana untuk melaksanakan UU Keimigrasian dibebankan pada APBN.

Pada hakikatnya, dirinya menjelaskan ketentuan tersebut mengamanatkan negara untuk berperan aktif dalam menjalankan tugas keimigrasian, khususnya terkait dengan keamanan dan kedaulatan negara.

Kendati demikian, ia menilai perubahan globalisasi saat ini berjalan dengan sangat cepat. Dirinya mencontohkan, salah satu perubahan dimaksud, seperti saat pandemi COVID-19 menjangkit hampir seluruh negara dunia.

Kondisi itu menyebabkan tidak adanya lalu lintas orang antarnegara sehingga penerimaan yang didapat pemerintah dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) layanan keimigrasian menurun drastis, yang berdampak pada operasional Direktorat Jenderal Imigrasi.

Perubahan lainnya, sambung Silmy, yakni dalam penanganan pengungsi yang selama ini melibatkan Kantor Imigrasi dan Rumah Detensi Imigrasi, di mana dalam pelaksanaannya masih memerlukan pembiayaan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM).

Selain itu, terdapat pihak ketiga yang bersedia mendukung pelayanan keimigrasian demi kepentingan Bersama, salah satunya pada kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Namun tidak ada pengaturan yang mengatur semua ini dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.