Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Frans Eko Dhanto Purba Luncurkan Buku Puisi Monolog Hujan

📅 Minggu, 14 Jul 2024, 18:52 WIB | Oleh:
Frans Eko Dhanto Purba Luncurkan Buku Puisi Monolog Hujan Doc: muhammad marup
Ket. Penyair Frans Ekodhanto Purba (kiri) dan Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Willy Aditya (kanan) dalam peluncuran Buku Puisi Monolog Hujan, di Jakarta, Sabtu (14/7).

JAKARTA - Penyair Frans Ekodhanto Purba meluncurkan buku puisi "Monolog Hujan". Puisi-puisi dalam buku tersebut memiliki tiga tajuk yaitu sejarah, mitologi dan perjuangan, serta pulang.

"Monolog Hujan" ini secara intrinsik dan ekstrinsik berkisah tentang kecemasan dalam menyikapi peradaban, perkembangan zaman, bahkan perubahan iklim dan perkembangan teknologi," ujar Frans, dalam peluncuran Buku Puisi Monolog Hujan, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Dia berharap, buku puisi "Monolog Hujan" bisa menjadi titik pijak untuk menumbuhkan budaya literasi yang kurun waktu belakangan ini mulai memudar. Meski ada unsur "perlawanan" dalam puisi-puisinya, dia tidak ingin membatasi interpretasi pembaca.

"Harapannya, budaya literasi di kota ini, di negeri ini bisa bergeliat kembali. Karena, bagi saya, dengan menggeliatnya budaya literasi, mimpi untuk menjadi bangsa yang maju, Indonesia emas bisa tergapai," jelasnya.

Staf Khusus Presiden yang juga penikmat puisi Diaz Hendropriyono menuturkan puisi bisa menjadi medium dalam meningkatkan kepedulian lingkungan. Menurutnya, puisi Frans dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan cocok untuk konteks indonesia.

"Puisi-puisi yang terangkum dalam buku ini menyoal berbagai hal. Salah satunya lingkungan. Dengan kata lain, puisi ini bisa menjadi medium meningkatkan kesadaraan masyarakat agar lebih peka dan peduli terhadap lingkungan," katanya.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Willy Aditya mengungkapkan puisi dapat menjadi medium untuk mencuci politik yang kotor. Menurutnya hal tersebut dapat mewarnai nuansa politik di Indonesia yang hanya diisi oleh intrik dan kekuasaan.

Dia mengapresiasi Frans yang pernah menjadi jurnalis Koran Jakarta karena mampu menyeimbangkan pengalaman jurnalistik yang realistis dengan kebutuhan idealis sebagai seorang penyair. Hal tersebut tampak dalam puisi-puisi dalam buku Monolog Hujan ini.

"Dalam puisi tersebut, Frans berusaha menyampaikan bahwa demokrasi saat ini dimaknai bukan sebagai ekspresi terhadap penindasan, melainkan karena faktor siapa yang bayar," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.