Tabungan Masyarakat Menurun, Tren Belanja Naik, Haruskah Kita Khawatir?
📅 Jumat, 12 Jul 2024, 13:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMeskipun kenaikan suku bunga dapat menambah beban masyarakat melalui peningkatan bunga pinjaman, seperti KPR, terdapat juga peluang masyarakat untuk mendapatkan bunga tabungan atau deposito yang lebih tinggi.
Penurunan tabungan, khususnya di kalangan masyarakat kelas bawah, harus menjadi peringatan bagi negara untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada isu makro seperti inflasi. Isu mikro seperti perubahan pola konsumsi dan simpanan juga perlu diperhatikan.
Di sisi lain, penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial harus disalurkan secara hati-hati, tepat sasaran, dan jauh dari pengaruh politik. Tak kalah krusial, bantuan sosial juga perlu dilaksanakan untuk memenuhi target. Langkah-langkah ini bukan hanya mengatasi gejala penurunan konsumsi? tetapi juga menangani akar permasalahan, sehingga memperkuat fondasi ekonomi dan memastikan stabilitas jangka panjang bagi semua lapisan masyarakat.
Kebijakan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat bawah harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keberhasilan target dan menghindari manipulasi politik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi masyarakat, tantangan ekonomi pada 2024 tetap berat dan tidak lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dinamika politik domestik, pemilu, dan hingar bingar kebijakan publik yang viral seperti Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) serta isu geopolitik global yang mengganggu pasokan barang dan jasa dan berujung pada kenaikan harga akan terus menjadi sorotan utama.
Sementara itu, masyarakat yang mampu perlu terus menyisihkan penghasilan untuk tabungan atau investasi. Selain itu, masyarakat perlu mengatur konsumsi secara bijak, mengingat peranan konsumsi domestik sebagai pilar utama ekonomi Indonesia.![]()
Rhino Akbarinaldi, Visiting Researcher, Monash University; Arif Perdana, Associate Professor Digital Strategy and Data Science, Monash University, dan Riki Rachman Permana, Research Assistant
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!