Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tabungan Masyarakat Menurun, Tren Belanja Naik, Haruskah Kita Khawatir?

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tabungan Masyarakat Menurun, Tren Belanja Naik, Haruskah Kita Khawatir? Doc: The Conversation/Shutterstock/Dimas992
Ket. Ilustrasi.

Rhino Akbarinaldi, Monash University; Arif Perdana, Monash University, dan Riki Rachman Permana

Pada Maret-April lalu, yakni saat selama Ramadan, aktivitas konsumsi masyarakat meningkat. Periode ini memang menjadi momen kunci tahunan ketika keinginan masyarakat Indonesia untuk berbelanja naik secara signifikan sebagai bentuk euforia keagamaan.

Sebagai negara dengan 87% dari total populasinya beragama Islam, peningkatan konsumsi saat Ramadan dan Lebaran berdampak positif terhadap ekonomi Indonesia. Kontribusi konsumsi rumah tangga ke pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2023 mencapai 53,31%. Total peredaran uang kertas, uang logam, dan simpanan berupa tabungan, giro serta deposito berjangka (M2) tetap tumbuh positif 5,5% pada April 2023 dan 6,2% pada Maret 2023. Adapun proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5% pada triwulan I dan II 2024, didukung pencairan tunjangan hari raya (THR) dan bantuan sosial hingga Juni 2024.

Optimisme ekonomi masyarakat yang tampak meningkat menjadi indikator positif dalam pemulihan pascakrisis. Namun, meningkatnya kegiatan belanja ini dapat berdampak pada penurunan tabungan masyarakat, terutama di kalangan kelas bawah.

Data Survei Konsumen Bank Indonesia November 2023 menunjukkan rasio tabungan terhadap pendapatan menurun, sementara pengeluaran dan pembayaran cicilan meningkat. Selain itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari berbagai jenis simpanan seperti giro, tabungan, dan deposito berjangka selama 2023 juga relatif rendah. Penurunan ini menandakan bahwa pemenuhan kebutuhan konsumsi erat kaitannya dengan tabungan. Penurunan tabungan, utamanya pada kelompok dengan tabungan yang relatif kecil, mengisyaratkan bahwa pemenuhan kebutuhan sehari-hari, khususnya pembelian barang konsumsi, mungkin bergantung pada dana tabungan.

Perubahan pola konsumsi

Pada Maret 2024, bertepatan dengan musim lebaran, Survei Konsumen Bank Indonesia pun mengungkapkan peningkatan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi. Ini terlihat dari dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), sebuah ukuran keseluruhan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi untuk enam bulan mendatang, yang mencapai 123,8-naik dari 123,1 bulan sebelumnya

Kenaikan ini didukung oleh Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) yang juga meningkat ke 113,8 pada Maret, dibandingkan 110,9 pada Februari 2024. IKE mengukur persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan.

Data dari Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan bahwa minat belanja masyarakat Indonesia pada bulan Ramadhan tahun ini naik signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan minat belanja ini terjadi pada kategori supermarket yang erat dengan pembelian barang konsumsi (consumer goods) untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan pembelian barang di kelompok ini pada bulan Maret 2024 mencapai 24,9%, jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Ramadhan sebelumnya pada April 2023 yang hanya sebesar 18,6%.

Menariknya, penurunan pertumbuhan justru terjadi pada kelompok fashion, yang biasanya identik dengan belanja Ramadhan, yang merosot dari 12,1% menjadi 8,3%.

Namun, data MSI juga mencatat adanya penurunan tabungan di semua lapisan masyarakat sejak Mei 2023. Penurunan paling drastis dialami masyarakat kelas bawah, yaitu kalangan masyarakat yang rata-rata tabungannya kurang dari Rp1 juta.

Selama pandemi, banyak masyarakat yang menahan konsumsi dan memilih untuk meningkatkan tabungan sebagai bentuk antisipasi. Namun, dengan berakhirnya pandemi dan datangnya bulan Ramadhan, terjadi peningkatan keinginan berbelanja yang berdampak pada penurunan tabungan tersebut.

Penurunan tabungan di kalangan kelas bawah dan peningkatan pengeluaran untuk barang konsumsi dasar menunjukkan bahwa tabungan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Inflasi tinggi selama Ramadan 2024 memaksa masyarakat, terutama kelas bawah, untuk menggunakan tabungan mereka demi kebutuhan dasar. Menurut BPS dan Bank Indonesia, inflasi Ramadan 2024 cukup signifikan sehingga mengurangi daya beli masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.