Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apakah Manusia Purba Hanya Memakan Daging?

📅 Rabu, 10 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Apakah Manusia Purba Hanya Memakan Daging? Doc: Wikimedia

Belakangan ini para influencer di media sosial mendorong orang-orang untuk makan daging ketimbang sayuran. Makan daging menurut mereka sesuai dengan diet yang dilakukan oleh nenek moyang sesuai bukti arkeologi.

Paul Saladino adalah seorang dokter medis pendukung dari pola makan populer berbasis hewan. Ia berpendapat bahwa piramida makanan tradisional, dengan basis makanan nabati yang luas adalah terbalik. Yang benar adalah makanan hewani berada di piramida terbawah.

Bagi Saladino, pandangan lembaga medis bahwa kolesterol tinggi menyebabkan penyakit jantung adalah salah. Ia mengatakan bahwa daging dan organ adalah kunci kesehatan, kekuatan, dan vitalitas dalam melakukan aktivitas.

Saladino tidak sendirian dalam pendapatnya ini. Media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, saat ini dipenuhi dengan para influencer yang menjajakan menu yang berpusat pada daging. Seperti yang disebut diet paleo atau diet manusia gua sebelumnya, diet ini menghindari makanan ultra proses seperti keripik kentang, sereal sarapan, roti kemasan, soda, dan hot dog.

Namun, diet ini jauh lebih ketat daripada diet paleo dalam hal makanan nabati. Beberapa pendukung, termasuk Saladino dan petualang selebriti Bear Grylls, mengizinkan sejumlah buah secara terbatas tetapi melarang sayuran, yang menurut mereka mengandung banyak bahan kimia defensif yang beracun bagi manusia.

Yang lain, seperti psikolog Kanada Jordan Peterson dan putrinya yang menjadi pembawa acara podcast, Mikhaila, mendukung diet yang hanya terdiri dari daging sapi, garam, dan air. Banyak orang, seperti tokoh media sosial Brian Johnson alias Liver King, merekomendasikan untuk mengkonsumsi produk hewani termasuk susu dan telur mentah.

Para influencer daging, begitu mereka dikenal, sering kali mencirikan pola makan mereka sebagai "makanan leluhur", yang terdiri dari makanan yang dimakan oleh nenek moyang. Makanan jenis daging yang dimakan oleh nenek moyang inilah yang seharusnya dikonsumsi oleh manusia.

"Anda harus menyelaraskan pola makan dan gaya hidup Anda dengan evolusi manusia dan hominid selama jutaan tahun," kata Saladino dalam penampilan TikTok, "Begitulah cara manusia berkembang," tegas dia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Penelitian tentang nenek moyang, serta pengamatan terhadap primata yang masih hidup dan pemburu-pengumpul zaman modern, membantah gagasan bahwa manusia berevolusi untuk hidup terutama dengan memakan hewan. Daging memang memainkan peran penting dalam evolusi manusia, namun itu tidak berarti kita ditakdirkan untuk makan seperti singa.

Pola makan manusia purba yang sesungguhnya sulit direkonstruksi secara tepat, tetapi pola makan tersebut jauh lebih beragam daripada pola makan karnivora yang sebagian besar terdiri dari daging, sebuah temuan yang memiliki implikasi penting bagi apa yang harus dimakan orang saat ini agar tetap sehat.

Agar adil terhadap para pendukung pola makan yang mengutamakan daging, para ilmuwan secara tradisional telah memberikan banyak perhatian pada konsumsi daging dalam evolusi manusia, seperti halnya para jurnalis yang menulis tentang asal usul manusia.

"Beberapa faktor telah berkontribusi pada tren ini. Pertama-tama, kita manusia unik di antara primata karena secara teratur memburu hewan yang sama besar atau lebih besar dari kita, dan para ilmuwan khususnya tertarik untuk memahami ciri-ciri yang membedakan kita dari makhluk lain," tulis Kate Wong, penulis sains yang berfokus pada evolusi, ekologi, antropologi, arkeologi, paleontologi, dan perilaku hewan dalam tulisannya di laman Scientific American.

Kedua, peralatan batu dan tulang hewan yang disembelih lebih mudah terawetkan dalam catatan arkeologi daripada sisa-sisa tanaman yang rapuh. Ada fakta bahwa perburuan hewan terutama mamalia besar dan berbahaya seperti gajah secara inheren lebih menarik daripada mengumpulkan buah beri, kacang-kacangan, dan umbi-umbian.

"Bagaimanapun, tidak perlu banyak googling untuk menemukan setumpuk makalah ilmiah dan artikel populer yang menggembar-gemborkan gagasan bahwa berburu dan makan daging menjadikan kita manusia," ujar Wong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.