Chongqing, Wajah Kota Pegunungan yang Futuristik
📅 Selasa, 09 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP
Kota tua Chongqing yang bergunung-gunung dan berada di dua aliran sungai, melahirkan langkap kota yang stereoskopik. Kota yang telah berumur 3.000 tahun ini kini menawarkan suasana tradisional sekaligus futuristik.
Tahun 1968 menjadi tonggak bagi Tiongkok untuk memulai perjalanan reformasi. Masyarakat komunisnya yang dulunya tertutup, diubah menjadi terbuka terhadap dunia di sekitarnya yang mengglobal dengan cepat.
Transformasi mentalitas, ekonomi, dan budaya ini ditetapkan untuk mengubah Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara adikuasa modern. Selama empat dekade, Tiongkok mengalami industrialisasi dan urbanisasi terbesar serta tercepat di dunia, dan hal ini juga dialami oleh Kota Chongqing.
Kota yang memiliki sejarah lebih dari 3.000 tahun itu dikonseptualisasikan oleh Partai Komunis Tiongkok untuk meringankan beban kota-kota pesisir. Sebelumnya, kota ini telah menjadi ibu kota negara, pelabuhan sungai terkemuka, dan pusat transportasi jauh sebelum Dinasti Qing.
Sebelum rencana reformasi Tiongkok, Chongqing memiliki populasi tetap sebesar 2.544.566 jiwa. Dalam waktu yang relatif singkat pada tahun 2019, jumlah penduduknya telah melonjak hingga sekitar 15.354.067 jiwa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Reformasi ekonomi dan budaya telah menjadi mesin urbanisasi yang berjalan lancar. Tingkat urbanisasinya diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat dari 36 persen pada tahun 2002 menjadi 70 persen pada tahun 2050, atau sekitar peningkatan 400-700 juta orang.
Baru-baru ini Kota Chongqing di Tiongkok menarik perhatian publik karena desain tata kotanya yang dianggap futuristik. Kota ini sempat viral karena mendapatkan perhatian dunia berkat postingan akun media sosialX@tanyakanrlpada Sabtu (17/2) yang menganggap kota tersebut memiliki beberapa bangunan dengan arsitektur unik.
Warganet membagikan foto keunikan arsitektur kota yang memiliki luas lebih dari 82.000 kilometer itu. Di sana, warga dapat menemukan jalan raya setinggi gedung puluhan lantai, jembatan bersusun, rel kereta yang menembus gedung, jalan di atas gedung, kereta gantung, dan sebagainya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Topografi Chongqing yang demikian karena kota ini berada wilayah pegunungan. Di utara ada Pegunungan Daba, di timur ada Gunung Wushan, di barat ada Pegunungan Wuling dan Wulong, dan di selatan ada Pegunungan Dalou. Karena berada di antara pegunungan menjadikan permukaan tanah kota ini bergelombang.
Di bagian tenggara terdapat serangkaian bukit dan lembah. Selain itu, dua sungai besar mengalir melewati Chongqing, yakni Yangtze dan Jialing. Kondisi ini menjadikan Chongqing sebagai kota pelabuhan industri dan perdagangan utama di Tiongkok barat daya
Berada di pegunungan dengan kemiringan berbeda-beda membuat kota ini dibangun menyesuaikan dengan kontur tanahnya. Tidak heran lanskap perkotaan bersifat stereoskopik dengan karakteristik unik yang menghadirkan sebuah suasana yang unik dan baru bagi orang luar.
Sebelum modernisasi kota, Chongqing dipenuhi jalan sempit dan berkelok-kelok mengikuti topografi bukit. Ada pula area yang naik turun dengan ratusan anak tangga. Gedung pencakar langit, jalan-jalan yang sempit dengan pemandangan malam yang mempesona adalah keunggulan yang kota ini.
Berkelana di atas bangunan penting kota, mengagumi perluasan kota, dan melihat pertemuan yang menakjubkan. Mengeksplorasi kota ini pengunjung akan menemukan pengalaman surealis. Naik lift berkecepatan tinggi menuju ketinggian 250 meter lalu melangkahl ke Crystal di Raffles City Chongqing, gedung pencakar langit horizontal pertama di Tiongkok.
Perpaduan dinding tirai transparan dan tanaman hijau subur menciptakan suasana yang mirip dengan taman futuristik, yang sekarang diubah menjadi ruang yang disebut Cloudland. Tempat ini menawarkan berbagai kegiatan rekreasi di dataran tinggi bagi para pengunjung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!