Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentingnya Menyendiri untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

📅 Senin, 08 Jul 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentingnya Menyendiri untuk Menjaga Kesehatan Jiwa Doc: The Conversation/Shutterstock/Jorm Sangsorn
Ket. Ilustrasi.

Thuy-vy Nguyen, Durham University

Menghabiskan waktu sendirian bisa jadi menakutkan bagi banyak orang, dan itu bisa dimengerti. Itu mungkin karena kita sering salah paham mengenai perbedaan antara kesendirian dan kesepian.

Sebagai seorang psikolog, saya mempelajari tentang kesendirian-yang diartikan sebagai waktu yang kita habiskan sendirian, tidak berinteraksi dengan orang lain. Saya memulai penelitian ini lebih dari 10 tahun yang lalu dan, pada saat itu, saya menemukan bahwa suasana hati (mood) kaum muda sering memburuk ketika sedang sendirian.

Di media sosial, televisi, atau musik yang kita dengarkan, kebahagiaan kerap digambarkan sebagai kegembiraan, antusiasme, dan energi. Akibat perspektif tersebut, kesendirian sering disalahartikan sebagai kesepian.

Dalam psikologi, para peneliti mendefinisikan kesepian sebagai perasaan tertekan yang kita alami ketika kita tidak memiliki, atau tidak bisa mendapatkan, koneksi sosial atau hubungan yang kita harapkan. Sementara kesendirian adalah hal yang berbeda.

Definisi kesendirian setiap orang bisa berbeda-beda. Namun yang menarik adalah bagi banyak orang, kesendirian tidak selalu berarti tidak ada orang lain di sekitarnya. Sebaliknya, banyak dapat merasakan kesendirian di ruang publik, seperti saat sedang duduk menikmati secangkir teh di kafe yang ramai atau membaca buku di taman. Penelitian saya juga menunjukkan bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri dapat memberikan dampak positif pada suasana hati sehari-hari.

Dalam berkegiatan sehari-hari, banyak dari kita yang mengalami masalah di tempat kerja, atau ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang kita harapkan maupun ketika kita mengerjakan terlalu banyak hal dan merasa kewalahan. Saya menemukan bahwa belajar meluangkan sedikit waktu untuk diri sendiri dan menyendiri sejenak dapat membantu kita menghadapi perasaan-perasaan ini.

Apa manfaat dari menyendiri?

Dalam serangkaian eksperimen, saya mengajak beberapa mahasiswa ke sebuah ruangan untuk duduk diam sendirian. Pada sebagian penelitian, saya mengambil ransel dan ponsel mereka agar mereka hanya untuk duduk berdiam dengan pikiran mereka sendiri; pada sebagian penelitian lagi, mereka tetap berada di dalam ruangan dengan buku-buku atau ponsel mereka.

Setelah 15 menit menyendiri, saya menemukan ada penurunan emosi kuat yang mungkin tengah dirasakan oleh para peserta, seperti kegelisahan atau kegembiraan. Ini membuat saya menyimpulkan bahwa kesendirian dapat menurunkan tingkat gairah seseorang. Artinya, hal ini dapat berguna dalam situasi ketika kita merasa frustrasi, gelisah, atau marah.

Mungkin banyak orang beranggapan bahwa hanya orang introvert yang menikmati kesendirian. Benar bahwa orang introvert mungkin lebih suka menyendiri, tetapi mereka bukan satu-satunya orang yang dapat merasakan manfaat dari kesendirian.

Dalam sebuah survei terhadap lebih dari 18 ribu orang dewasa di seluruh dunia, lebih dari setengahnya memilih menyendiri sebagai salah satu aktivitas utama yang mereka lakukan untuk beristirahat. Jadi, meskipun kamu seorang extrovert, jangan sampai kamu jadi tidak meluangkan waktu menyendiri untuk menenangkan diri.

Berdiam diri saja itu sulit

Bagian yang menantang dari menghabiskan waktu sendirian adalah rasa bosan dan kesepian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

15 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.