Riset Tunjukkan Pengaruh Musik Keroncong pada Kesehatan Mental
📅 Minggu, 16 Feb 2025, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation Indonesia/Shinta Saragih
Mustika Andini, Universitas Sebelas Maret dan Jordy Satria Widodo, Universitas Pakuan
Januari 2024 kemarin, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyelenggarakan kuliah umum berjudul “Music and Brain: How Does Music Influence The Brain And Health?” untuk mengungkap dan membuktikan kepada masyarakat bagaimana musik diproses di otak manusia dengan berbasis sains dan teknologi.
Mendengarkan musik memang telah terbukti menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi tekanan psikologis dan bahkan mengubah level energi seseorang.
Musik “klasik” barat seperti karya Mozart, Beethoven, Bach, maupun komponis ternama lainnya, sudah lama digunakan dalam terapi musik untuk kecerdasan otak maupun kesehatan. Sementara di Indonesia, terdapat musik keroncong yang—meskipun sering dianggap “bikin ngantuk"—ternyata bermanfaat secara signifikan terhadap kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Riset tahun 2020 membuktikan bahwa musik keroncong bermanfaat untuk meredakan nyeri rematik, mengatasi hipertensi, insomnia, depresi, kecemasan, hingga pencegahan baby blues syndrome.
Sementara dari segi kesehatan mental, penelitian yang dilakukan pada tahun 2021 membuktikan bahwa aktivitas berkeroncong dapat membawa para pelaku maupun penikmat keroncong pada kondisi semeleh atau penuh penyerahan. Sehingga, mereka dapat merasa lebih tenang, santai, kosong, sekaligus mudah menerima saran maupun afirmasi positif dari luar dirinya.
Semeleh bersama keroncong
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam keroncong, dikenal istilah ngroncongi. Ngroncongi adalah identitas musikal dari keroncong yang menunjukkan pencapaian optimal dari musik tersebut.
Untuk memperoleh capaian "keroncong yang ngroncongi”, terdapat berbagai indikator musikal, interpersonal, dan intrapersonal yang harus terpenuhi baik secara individu maupun kolektif. Dalam proses ini, setiap unsur musik keroncong, termasuk harmoni dan irama khasnya, memiliki peran signifikan untuk menciptakan pengalaman mendalam bagi pelaku dan penikmatnya.
Ketika seorang individu memainkan atau mendengarkan keroncong yang ngroncongi, ia dapat merasakan kondisi semeleh yang merupakan sebuah keadaan yang diharapkan ketika berkeroncong.
Semeleh adalah suatu kondisi di mana mereka dapat merasakan suasana hati yang tenteram, tenang, ikhlas, bahagia, tanpa beban pikiran, dan berserah diri sepenuhnya. Ini membuat musik keroncong melampaui sekadar karya seni, namun sebuah jalan untuk mencapai kedamaian batin.
Fenomena semeleh yang terjadi ini disebut sebagai pengalaman estetis yang dialami pelaku maupun penikmat keroncong, melalui sajian musik keroncong yang ngroncongi. Pengalaman estetis ini bersifat emosional, berkenaan dengan suasana hati.
Semeleh dalam sains dapat dipadankan dengan fenomena trance atau kondisi transenden. Trance dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi ketika terjadi penurunan gelombang otak dari gelombang betha (kondisi sadar, berpikir, dan berkonsentrasi) ke gelombang alpha (ketika sedang bersantai atau relaksasi), maupun ke gelombang theta (dalam keadaan melamun atau meditasi).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!