Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karakteristik Sekolah Dicapai Lewat Transformasi Sistem Pendidikan

📅 Senin, 08 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Karakteristik Sekolah Dicapai Lewat Transformasi Sistem Pendidikan Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Mendikbudristek, Nadiem Makarim

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengungkap karakteristik sekolah yang dicita-citakan. Karakteristik tersebut dapat dicapai melalui transformasi sistem pendidikan.

"Semua karakteristik itu barangkali terdengar sangat ideal dan sulit untuk direalisasikan," ujar Nadiem, dalam Anugerah Merdeka Belajar 2024, di Jakarta, Jumat (5/7) malam.

Dia menerangkan, Sekolah yang kita cita-citakan ini memiliki sejumlah karakteristik, antara lain pembelajarannya berpusat pada murid. Selain itu, iklim sekolah harus inklusif, aman, dan merayakan kebhinekaan.

Nadiem menambahkan, karakter lain yaitu guru-guru harus gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi. Terakhir, kata dia, kepala sekolahnya senantiasa mengedepankan perkembangan satuan pendidikan yang berkelanjutan. "Pada kenyataannya, sekarang kita sudah mulai melihat perwujudan sekolah yang kita cita-citakan di berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia," jelasnya.

Apresiasi Pemda

Nadiem mengungkapkan, keberhasilan mewujudkan sekolah yang dicita-citakan bukan merupakan apaian Kemendikbudristek. Menurutnya, semua pihak terlibat dalam keberhasilan tersebut, termasuk pemerintah daerah dan para guru.

"Keberhasilan para kepala daerah dalam menggerakkan transformasi di daerah masing-masing. Keberhasilan Ibu Bapak guru yang terus berinovasi untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid," tuturnya.

Dia juga menerangkan, keberhasilan ini merupakan adalah bukti nyata dari kepemilikan bersama gerakan Merdeka Belajar. Gerakan untuk mengakselerasi kualitas pendidikan Indonesia yang sudah sepatutnya terus kita lanjutkan.

"Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menekankan kembali bahwa gerakan Merdeka Belajar yang sudah kita jalankan selama lima tahun terakhir sekarang adalah milik para kepala daerah, kepala sekolah, guru, serta orang tua dan anak-anak Indonesia," katanya.

Sebagai informasi, Terdapat tujuh kategori penghargaan Anugerah Merdeka Belajar tahun 2024 yaitu kategori Transformasi Pembelajaran; Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan; Transformasi Pengelolaan Pendidikan; Transformasi Anggaran Pendidikan; Transformasi Pendidikan Vokasi; Program Indonesia Pintar; dan Anugerah Utama.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Iwan Syahril, mengatakan tujuan Anugerah Merdeka Belajar adalah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah mencapai peningkatan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan serta mendorong peningkatan layanan pendidikan.ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.