Tao Sidihoni, Pesona Danau di Atas Danau
📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoWarna keruh timbul ketika kadar material dalam air terjadi proses sedimentasi. Proses sedimentasi ini tentu mengakibatkan kepadatan larutan yang memberi warna pada air, tergantung keadaan lingkungannya.
Ketika proses sedimentasi terjadi berada pada lingkungan gambut warna airnya akan memerah. Demikian juga ketika terjadi banyak endapan lumpur dari tanah yang berada di sekitarnya dibagian yang bukan gambut air keruhnya berwarna kecoklatan. Sejauh ini, kata Gagarin, tidak ada unsur kimia misalnya dari pupuk yang digunakan warga untuk bercocok tanam atau lainnya.
Kekeruhan lain juga disebabkan faktor tiupan angin. Berada di ketinggian membuat kecepatan angin di sini cukup kencang yang menciptakan guncangan hingga ke dalam hingga ke dasar terutama di wilayah yang dangkal.
Dampak dari tiupan angin membuat endapan lempung yang bercampur lumpur yang teraduk. Hal ini mengubah warna air Tao Sidihoni dari biru cerah agak keputihan menjadi keruh kecoklatan yang kurang sedap dipandang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun pada prinsipnya, kata Gagarin, Tao Sidihoni harus dijaga keberadaannya terutama dicegah dari erosi. Sejauh ini di sekitarnya berapa pepohonan yang tidak lagi rapat seperti dulu dan padang rumput tempat warga menggembalakan ternaknya.
"Danau ini harus dijaga agar tidak terjadi erosi, sehingga menimbulkan endapan-endapan lain," tutur Gagarin.
Untuk sampai ke Tao Sidihoni dari Medan bisa menempuh jalur darat yakni melewati Tele lalu menuju jalan lintas Pangururan-Ronggur Ni Huta lalu Tomok. Dari Muara Tapanuli Utara, pengunjung bisa naik KMP Muara Putih tujuan Samosir dan sandar di Dermaga Sipinggan di Kecamatan Nainggolan dan lanjut ke Kota Pangururan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan dari Kabupaten Toba ada dua pilihan, yakni menaiki feri penyeberangan reguler yang sandar di Kecamatan Onan Runggu. Kemudian dari Dermaga Ajibata tujuan Tomok-Ambarita, dan juga dari Kabupaten Simalungun dari Pelabuhan Tiga Ras Dermaga Simanindo. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!