Afrika Barat Harus Berjuang Kembali Melawan Demam yang Mematikan
📅 Jumat, 05 Jul 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim PenulisTim KGH meningkatkan kesadaran masyarakat lokal tentang mencari bantuan cepat dan memastikan kebersihan rumah tangga yang baik.
Pesan ini diterima dengan baik oleh Musa Mosoh, seorang penyintas Lassa berusia 53 tahun yang kehilangan tujuh anggota keluarga akibat penyakit tersebut.
Saat hujan pagi turun di desanya Panguma, zona merah Lassa, Mosoh teringat bagaimana keluarganya menghadapi stigma dari masyarakat. "Sekarang orang-orang sudah paham bahwa kami bukan berasal dari darah Lassa, ini hanya penyakit."
Mosoh menyarankan orang-orang yang demam terus-menerus atau sakit kepala untuk langsung pergi ke rumah sakit, dan bahkan memelihara kucing untuk mengusir hewan pengerat pembawa virus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Grant, sang dokter, berharap akan ada vaksin dalam beberapa tahun ke depan.
Peserta di Nigeria dan Liberia saat ini sedang diberikan vaksin Lassa pertama untuk mencapai uji coba fase dua, titik tengah pengujian pada manusia.Namun Grant tetap menghimbau agar berhati-hati.
"Ebola memberikan pelajaran kepada kita bahwa kita tidak perlu menunggu hingga momen kritis ketika virus itu melumpuhkan kita semua," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita perlu bertindak sekarang," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!