Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Stunting, Pemkot Madiun Luncurkan Posyandu Integrasi Layanan Primer

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Stunting, Pemkot Madiun Luncurkan Posyandu Integrasi Layanan Primer Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun
Ket. Pj Wali Kota Eddy bersama jajaran dan kader dalam kegiatan peluncuran posyandu integrasi layanan primer di aula Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (3/7/2024).

Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur meluncurkan posyandu integrasi layanan primer (ILP) sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mencegah kasus stuntingpada anak.

Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto mengatakan posyandu ILP merupakan program nasional Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

"Posyandu ILP ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mendekatkan pelayanan, sehingga warga tidak harus datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mengecek bayinya. Itu bisa ke posyandu ILP ini, jadi ini bisa untuk mengecek anak berkategori stunting atau tidak," ujar Eddy pada kegiatan peluncuran posyandu integrasi layanan primer di aula Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu.

Posyandu ILP ini dilaksanakan setiap bulan untuk melayani masyarakat. Sebab kesehatan merupakan kebutuhan primer setiap warga. Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr. Denik Wuryani mengatakan posyandu ILP merupakan instruksi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat dan mencegah stunting.

Adapun, posyandu ILP itu tidak hanya melayani ibu hamil saja, tetapi terbagi lima klaster, yaitu layanan kesehatan balita, remaja pranikah, layanan untuk orang dewasa, hingga lanjut usia.

"Kegiatan posyandu ILP ini juga melibatkan kader kesehatan tingkat kelurahan serta ibu-ibu PKK, sehingga mereka lebih proaktif agar derajat kesehatan masyarakat meningkat," kata Denik.

Dengan intervensi pemerintah dan proaktifnya kader juga masyarakat diharapkan kesehatan warga meningkat zero stunting dapat terujud.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.