Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peretasan PDN Bukti Negara Gagal Jaga Keamanan Nasional

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Peretasan PDN Bukti Negara Gagal Jaga Keamanan Nasional Doc: antara
Ket. Sempat Alami Gangguan I Calon penumpang penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Kamis (20/6) mengalami penumpukan di sejumlah check in counter pada pemeriksaan imigrasi akibat terjadinya gangguan pada server Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informasi.

» Kesalahan pemerintah sehingga PDN diretas karena menggunakan perangkat keamanan data yang usang.

» Peretasan menunjukkan political will pemerintah yang rendah untuk mencegah dan melindungi berbagai data penting.

JAKARTA - Peretasan data milik Pusat Data Nasional (PDN) Indonesia sangat disayangkan karena hal itu menunjukkan kegagalan aparat negara menjaga data-data yang tentu sangat berkaitan dengan keamanan nasional.

Serangan ke PDN itu boleh dikatakan sangat miris karena nyaris tidak ada serangan serupa yang menimpa negara lain. Di negara lain yang diserang oleh hacker adalah perusahaan swasta karena tingkat keamanan siber atau cyber security-nya belum ketat.

Kejadian sekarang itu merupakan hal yang luar biasa karena dengan diretas maka data akan hilang. Hal itu juga menunjukkan kurang seriusnya pemerintah pada keamanan data, padahal data menyangkut upaya menjaga negara.

Co-Founder Summaverse.com dan ahli AI serta peretas etis, Anggoro, sangat menyayangkan kejadian lumpuhnya PDN karena serangam ransomware.

"Jangan jaga negara dengan kualitas software setingkat satuan pengamanan," kata Anggoro.

Dalam menjaga keamanan data negara, harus memiliki standar baku yaitu selalu memiliki back up data. Kalau sampai tidak ada, itu sangat aneh dan mengherankan sehingga perlu dipertanyakan.

"Ini membingungkan melihat kondisi Indonesia seperti ini, tidak ada cyber security sama sekali. Tidak ada Disaster Recovery Center (DRC) yang seharusnya ada. Data center itu harus ada cyber security. Di negara lain yang sudah mengarah ke menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sudah bisa meng-hack semua komputer dengan firewall berlapis-lapis pun bisa tembus," kata Anggoro.

Salah satu kesalahan pemerintah sehingga PDN diretas adalah karena menggunakan perangkat keamanan data dengan sistem yang usang dan rentan. "Kelemahannya sudah umum diketahui publik, tapi kok masih dipakai untuk data negara. Nah, ini menyangkut soal inkompetensi dan kelalaian yang luar biasa," katanya.

Window defender sendiri yang selama ini digunakan sudah seperti kabel kawat yang kelemahannya secara umum sudah diketahui. Masalah ini sudah delapan tahun dan belum selesai. Artinya, masalahnya sudah berlangsung selama delapan tahun, tapi tetap didiamkan.

"Sebenarnya bukan salah perangkatnya, tapi tergantung pemakainya, mau di-upgrade sistemnya atau tidak. Intinya, kelemahan ini sudah berlangsung lama, tapi kok masih dipakai oleh negara. Aneh. Ini masalahnya," tutur Anggoro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.