Peretasan PDN Bukti Negara Gagal Jaga Keamanan Nasional
📅 Selasa, 02 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kita harus mawas diri terutama para pemilik data center, penerapan Zero Trust Policy atau kebijakan jaringan tanpa kepercayaan di jaringan organisasi perlu segera diterapkan pada akses-akses data yang penting," tutupnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan sistem keamanan data yang rapuh menimbulkan berbagai konsekuensi kerugian ekonomi jangka panjang.
"Ini menimbulkan ketidakpercayaan investor terhadap ekosistem digital Indonesia sehingga berpengaruh ke prospek investasi diberbagai sektor," tegas Bhima.
Kebocoran data juga pasti berkorelasi pada masifnya penawaran investasi ilegal, judi online dan pinjaman online (pinjol) yang menyasar kontak pribadi dari hasil kebocoran data.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, keamanan nasabah di sektor jasa keuangan sangat rentan dimanipulasi dan diduplikasi. Dia pun khawatir banyak lembaga keuangan dan nasabah yang jadi korban kerugian materiil.
"Jika diibaratkan perang maka kebocoran data PDN adalah kekalahan fatal," pungkas Bhima.
Dosen Komunikasi Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M. Gasa, mengatakan kasus peretasan PDN menggambarkan negara tidak siap dengan segala risiko dari kemajuan teknologi saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kasus peretasan menunjukkan political will pemerintah yang rendah untuk mencegah dan melindungi berbagai data penting," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!