Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Cemaskan Kebocoran Data

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 01:35 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Cemaskan Kebocoran Data Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono usai menghadiri acara sembako murah di RPTRA Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (1/7).

JAKARTA - Berita peretasan data nasional mulai mencemaskan Pemprov Jakarta. Untuk itu, Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, akan mengumpulkan jajarannya yang menangani data untuk memastikan keseluruhan data Pemerintah Provinsi Jakarta aman.

Hal ini dikatakan Heru terkait gangguan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang menyebabkan terganggunya sejumlah layanan masyarakat sejak 20 Juni. "Saya ingin rapatkan bersama pejabat-pejabat yang menangani data. Ini termasuk juga untuk mengundang lintas sektoral ke Badan Pertanahan Nasional yang memiliki sistem baru," jelas Heru.

Dia mengatakan ini, usai menghadiri acara sembako murah di RPTRA Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (1/7). Dalam rapat tersebut dia juga akan mengundang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Heru menyebutkan, Pemprov juga sudah mengundang Dukcapil untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) terkait pembahasan keamanan data di Jakarta. "Saya sudah mengundang Dukcapil Jabotabek," tandasnya. Menurutnya, Dirjen Dukcapil juga akan membahasnya. Dia berharap semua data masih aman.

Sebelumnya, Pemerintah menyebutkan gangguan yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang menyebabkan terganggunya sejumlah layanan masyarakat sejak 20 Juni akibat adanya serangan siber ransomware bernama Braincipher.

"Ransomware ini pengembangan terbaru dari ransomware lockbit 3.0. Jadi memang ransomware ini dikembangkan terus. Ini yang terbaru dari sample setelah dilakukan forensik," Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letjen TNI Hinsa Siburian.

Hinsa menyebutkan bahwa pemerintah melalui koordinasi lintas lembaga antar Kementerian Kominfo, BSSN, Cyber Crime Polri dan Telkom Sigma saat ini terus menelusuri serangan siber tersebut. Langkah penanganan berupa investigasi dan digital forensik terus dilakukan dengan upaya maksimal agar serangan siber tersebut dapat diatasi.

Ransomware adalah varian malware berbahaya yang digunakan oleh peretas untuk mengunci akses ke data korban dan meminta uang tebusan untuk pemulihannya. Serangan ransomware di Indonesia tidak hanya menginfeksi komputer, tetapi juga menargetkan perangkat seluler dan Internet of Things.

Salah satu cara ransomware menyusup melalui pencurian data pribadi lewat email atau phising email. Setelah berhasil melakukan phishing, peretas mendapat akses ke jaringan internal. Dia lalu mengenkripsi data penting. Kemudian menguncinya minta korban untuk membayar uang tebusan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.