Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pantau Aktivitas Lahar, Pos Pengamatan Marapi Tambah CCTV

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 16:52 WIB | Oleh:
Pantau Aktivitas Lahar, Pos Pengamatan Marapi Tambah CCTV Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Sejumlah warga memancing ikan dengan latar Gunung Marapi yang mengalami erupsi di Kabupaten Agam, 16 Juni 2024.

PADANG - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi menambah dua kamera pengintai atau closed-circuit television(CCTV) untuk memantau aktivitas lahar dari gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat tersebut.

"Ya benar, sampai saat ini Pos PGA sudah menambah CCTV untuk memantau aktivitas lahar dari Gunung Marapi," kata Petugas Pos PGA Gunung Marapi Ahmad Rifandi saat dihubungi di Padang, Selasa.

Ahmad Rifandi mengatakan dua kamera pengintai aktivitas lahar tersebut dipasang di daerah Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam dan satu lagi di Batang Malano, Nagari (desa) Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.

"Di sana kami juga memasang sensor hujan dan alat sensor yang berfungsi mendeteksi getaran," kata dia.

Terkait penurunan status Gunung Marapi dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), PGA mengingatkan masyarakat bahwa potensi letusan atau erupsi masih ada sehingga perlu kewaspadaan.

Ia menjelaskan dari segi suplai energi vulkanik memang terjadi penurunan aktivitas. Namun, potensi erupsi dan hembusan tetap ada, sebagai contoh erupsi yang terjadi pada Selasa dini hari pukul 01.33 WIB.

Gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut kembali erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi sekitar 55 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait penurunan level Gunung Marapi, di antaranya masyarakat di sekitar gunung, pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan berkegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Rekomendasi kedua yakni masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/bantaran/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi dan ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama saat musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.