Spanyol vs Georgia: Penampilan Sempurna La Roja Diuji Tim Kejutan
📅 Minggu, 30 Jun 2024, 15:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antarafoto
COLOGNE - Georgia menjadi tim underdog yang berhasil membuat kejutan besar di Piala Eropa 2024. Penampilan mengejutkan Georgia tampaknya bakal menghadapi ujian berat karena harus menghadapi Spanyol yang tampil sempurna dan dua kali berhasil mengalahkan mereka dalam kualifikasi Piala 2024. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi pada pertandingan 16 besar Piala Eropa 2024 di Stadion Cologne, Cologne, Jerman, Senin (1/7) dini hari pukul 02.00 WIB nanti.
La Roja sudah enam kali menang dalam tujuh pertemuan dengan Georgia, sedangkan The Crusader hanya sekali menang dalam laga persahabatan pada Juni 2015.
Dua dari enam kemenangan Spanyol itu dicetak tahun lalu dalam dua pertandingan kualifikasi Euro dengan skor 7-1 dan 3-1.
Dalam hal apa pun, Spanyol yang berperingkat 8 dalam ranking FIFA, berada di atas Georgia yang berperingkat 75 atau terendah di antara semua peserta Euro 2024.
Tapi keberhasilan tim asuhan Willy Sagnol dalam membungkam Portugal yang berperingkat 6 dan favorit juara Euro 2024, telah membuka mata Eropa bahwa Georgia bukan tim pelengkap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati mengikuti Euro 2024 dengan bekal minus setelah menduduki peringkat lima dari enam tim dalam grupnya dan dari jalur playoff Nations League, Georgia telah berubah dari sebuah tim yang digasak Spanyol total 10-2 dalam dua laga tahun silam.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente tak mau meremehkan Georgia, apalagi setelah mereka menjungkalkan Portugal berkat serangan balik dan pengelolaan situasi bola mati yang ciamik.
De la Fuente menilai Georgia sekarang bukan lagi Georgia yang dua kali mereka kalahkan tahun lalu. Dia menaruh respek kepada Georgia, dan meminta pemainnya tak meremehkan Georgia, serta menguatkan lagi kemampuan dalam menangkal serangan balik dari lawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatih Georgia, Willy Sagnol, juga sudah melupakan kejadian dua tahun lalu dan siap menandingi lawannya yang lolos ke fase gugur setelah memenangkan tiga pertandingan fase grup.
Sagnol menyatakan timnya akan memasuki arena dengan kepercayaan diri tinggi, tapi tak mau terbebani apa pun sehingga akan bermain lepas karena bagi Georgia sudah merasa telah menjuarai Piala Eropa 2024 setelah target lolos fase grup terpenuhi.
Tak ada lawan yang lebih kuat dari pada tim yang memiliki kepercayaan diri tinggi, apalagi, meminjam kalimat Willy Sagnol, sepak bola bukan matematika dan bukan pula catur, karena ini juga juga permainan yang mengandalkan hati. Energi ekstra ini pula yang membuat Georgia menyulitkan Republik Ceko dan Portugal.
Spanyol memasuki lapangan Stadion Cologne dengan modal teramat besar karena menggenggam statistik menyeramkan. Mereka memasukkan lima gol tanpa kebobolan ketika Georgia kemasukan dan memasukkan empat gol.
Spanyol sungguh monster untuk Georgia. La Roga mengungguli The Crusaders dalam soal penguasaan bola, akurasi umpan, jelajah lapangan, penciptaan peluang dan frekuensi serangan.
Jika Georgia melancarkan 90 serangan dan membuat 27 peluang yang 8 di antaranya tepat sasaran, maka Spanyol meluncurkan 148 serangan dan menciptakan 48 peluang yang 16 di antaranya tepat sasaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!