Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Hanya Siswa, Guru pun Perlu Aktif di Media Sosial, Inilah Alasan Utamanya

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Guru, secara pribadi maupun berkelompok, bisa membuat dan mengunggah konten dalam berbagai format yang berisi pemaparan materi sesuai dengan mata pelajarannya di media sosial. Konten tersebut bisa ditujukan secara terbatas kepada murid-murid yang ia ajar saja atau kepada publik luas dengan tujuan berbagi pengetahuan.

Salah satu contoh dari aktivitas ini adalah akun bernama John Pare milik seorang pengajar di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di Jawa Timur. Secara rutin, dia membagikan pengetahuannya tentang bahasa asing yang ia ajarkan melalui akun medsosnya Mr.Johnhid.

Contoh lainnya adalah kanal The Crash Course yang dipandu kakak beradik John Green dan Hank Green. Saluran YouTube ini menyajikan berbagai bahasan pelajaran, mulai dari sejarah, biologi, kimia, dan bahkan sastra, dengan sering berkolaborasi dengan beragam guru atau pakar pada bidangnya masing-masing.

Pada kategori serupa, mungkin kamu juga mengenal Khan Academy dan Kok Bisa. Para kreator dari ketiga kanal tersebut memberikan keleluasaan bagi guru-guru untuk menggunakan konten mereka dalam kegiatan belajar-mengajar di lingkungan sekolah.

Alih-alih mengulang materi yang sama dalam beberapa sesi berbeda, guru sebetulnya dapat membagikan tautan unggahan terkait suatu bahasan kepada siswa untuk dipelajari terlebih dahulu di rumah, sebelum akhirnya didiskusikan atau dilakukan praktikum di dalam kelas. Konsep inilah yang sebenarnya menjadi gagasan dalam pembelajaran terbalik (the flipped classroom) yang tengah populer diadopsi oleh sekolah-sekolah di kawasan Eropa, Amerika Utara, Cina, dan Australia, setelah diperkenalkannya video sebagai media pembelajaran beberapa tahun silam.

Platform media sosial juga bisa digunakan sebagai alat pembelajaran-terbuka (open-learning tool), sehingga idealnya, mampu menciptakan iklim belajar interaktif. Hal tersebut dapat ditandai dengan adanya diskusi-diskusi di kalangan siswa. Aktivitas inilah yang kemudian mampu mengarahkan mereka pada kegiatan pembelajaran kolaboratif ketimbang kompetisi tidak sehat demi mencapai nilai tertentu.

3. Mengembangkan diri dan berjejaring

Media sosial juga memberi kesempatan bagi guru untuk memperluas pengetahuan dan membangun koneksi profesional. Dengan bergabung dalam sebuah komunitas, guru dapat berdiskusi tentang topik-topik yang menarik dan relevan, seperti metode dan teknik pengajaran, atau evaluasi. Partisipasi di forum seperti ini tidak hanya memperkaya informasi, tetapi juga meningkatkan reputasi profesional dan prospek karier.

Dengan membuat branding personal dan menunjukkan ketertarikan secara positif pada dunia pendidikan melalui medsos, guru dapat membantu mempromosikan sekolah mereka kepada calon siswa baru, menarik minat calon guru untuk melamar, dan bahkan memperbaiki citra profesi guru di masyarakat.

Selain itu, keterbukaan dan kelancaran komunikasi antara guru dan orang tua siswa juga dapat terfasilitasi di media sosial. Melalui medsos, orang tua bisa turut memantau bahkan terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar anak-anak mereka, tentunya dengan tetap menjaga keseimbangan antara penggunaan medsos dengan aspek-aspek dalam kehidupan lainnya, seperti peran sosial, etika, tata krama, dan sebagainya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1. Pisahkan akun personal dan profesional

Seperti halnya dalam kehidupan nyata, penting bagi guru untuk membuat batasan yang jelas antara kehidupan pribadi dan profesional di dunia maya. Membuat dua akun medsos terpisah adalah salah satu solusinya. Untuk itu, guru perlu mengamati sejumlah risiko yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan jejaring sosial, baik untuk kepentingan pribadi maupun dalam kerangka pengajaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

38 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.