Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Infrastruktur Siber Tidak Ditangani Baik, Pusat Data Nasional Diretas dan Pemerintah Tolak Bayar Tebusan

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 01:48 WIB | Oleh:

Tahun lalu, platform intelijen yang memantau aktivitas jahat di dunia maya, Dark Tracer, mengungkapkan bahwa kelompok peretas yang dikenal sebagai ransomware LockBit mengklaim telah mencuri 1,5 terabyte data yang dikelola oleh bank syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Indonesia.

Tidak Ada Kepastian

Dosen Teknologi Sains Data Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Maryamah, mengatakan serangan siber tersebut sengaja memblokir akses jaringan secara permanen kecuali peretas mendapatkan tebusan sesuai keinginannya. Namun belum ada kepastian apakah pihak peretas akan memenuhi kewajibannya jika pembayaran tebusan sudah dipenuhi.

"Peretas biasanya akan mengancam pemilik data untuk membayar sejumlah uang, dan jika tidak dipenuhi maka peretas akan mempublikasikan data pribadinya atau memblokir akses jaringan secara permanen. Memang, jika hacker meminta uang tebusan sebaiknya jangan langsung diberikan karena kita belum ada kepastian apakah data akan kembali setelah uang diberikan. Beberapa hacker memanfaatkan kondisi psikologis korban yang panik dengan menawarkan sejumlah uang, tapi itu bukan solusi terbaik," tuturnya.

Maryamah menambahkan, jika yang diretas perbankan seperti kejadian dalam kasus BSI sebelumnya, peretasan dilakukan terhadap informasi rekening, rekening mobile banking dan lainnya.

"Mereka tidak perlu meminta sejumlah uang karena dapat langsung menguras isi akun dari pengambilan data pelanggan. Kalau seperti ini, sebaiknya langsung laporkan agar tim siber polisi dapat segera menanganinya dan tidak panik serta mengambil keputusan secara gegabah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.