Dari Mana Asal Mula Malaria?
📅 Rabu, 26 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoTemuan tersebut juga mendukung gagasan bahwa malaria dibawa ke Amerika melalui penjajahan Eropa, bukan melalui kedatangan bangsa Polinesia sekitar 15.000 tahun yang lalu. Sampel malaria tertua dari Amerika ditemukan pada kerangka orang Peru yang tinggal di dataran tinggi di Pegunungan Andes sekitar 500 tahun yang lalu dan secara genetik sampel tersebut cocok dengan galur Plasmodium vivax yang umum di Eropa pada saat itu.
Namun, galur malaria Amerika yang lebih baru sangat mirip dengan versi yang beredar di Afrika sub-Sahara yaitu Plasmodium falciparum. Hal ini menunjukkan bahwa parasit ini dibawa melintasi Atlantik bersama orang-orang yang diperbudak.
"Secara keseluruhan, hasil tersebut menunjukkan bahwa pergerakan, bukan stasis, adalah kekuatan pendorong yang mendasari penyebaran malaria," ucap Nathaniel Comfort yang mempelajari sejarah kedokteran di Universitas Johns Hopkins dan tidak berafiliasi dengan penelitian tersebut kepada NPR.
Kesimpulan ini tidak definitif. Ada kemungkinan strain yang lebih tua tiba di Amerika sebelum orang Eropa tiba, tetapi strain tersebut punah dan tidak tertangkap dalam data baru, menurut Science. Atau, karena penelitian tersebut membandingkan sampel kuno dengan strain malaria modern, metode tersebut dapat melewatkan versi parasit yang lebih tua dan berbeda secara genetik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun demikian, teknik yang digunakan dalam penelitian ini menjanjikan untuk terus menggunakan DNA guna merekonstruksi sejarah malaria dan patogen lainnya. "Hal itu bahkan dapat mengarah pada pengobatan baru," ucap Keren Landsman, seorang peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Augsburg di Jerman yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut kepada Live Science.
"Kita sejauh ini dapat menggunakan data ini untuk memahami bukan hanya patologinya tetapi juga jalur evolusi malaria dan mungkin bahkan cara baru untuk mengalahkannya.Lagipula, malaria adalah salah satu pembunuh terbesar di zaman kita," pungkas dia. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!