Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peristiwa Ledakan Nova yang Langka Akan Segera Terjadi

📅 Senin, 24 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Peristiwa Ledakan Nova yang  Langka Akan Segera Terjadi Doc: afp/ Pablo COZZAGLIO

Penampakan pertama nova dari sistem bintang biner T CrB yang tercatat terjadi lebih dari 800 tahun yang lalu tepatnya pada 1217. Kini biner yang terdiri dari bintang raksasa merah dan katai putih yang saling mengorbit akan kembali mengalami ledakan nova.

Penampakan pertama nova dari sistem bintang biner T CrB yang tercatat terjadi lebih dari 800 tahun yang lalu tepatnya pada 1217. Kini biner yang terdiri dari bintang raksasa merah dan katai putih yang saling mengorbit akan kembali mengalami ledakan nova.

Aliran material, yang ditunjukkan sebagai awan merah yang menyebar, mengalir dari raksasa merah ke katai putih. Ketika raksasa merah bergerak di belakang katai putih, ledakan nova pada katai putih menyala, menciptakan bola material nova yang dikeluarkan yang ditunjukkan dengan warna jingga pucat.

Setelah kabut material menghilang, bintik putih kecil tetap ada, yang menunjukkan bahwa katai putih telah selamat dari ledakan. Di seluruh dunia musim panas ini, astronom profesional dan amatir sama-sama akan terpaku pada satu konstelasi kecil jauh di langit malam. Namun, bukan tujuh bintang Corona Borealis, "Mahkota Utara," yang telah memicu daya tarik tersebut.

Di langit nantinya ada titik gelap di antara bintang-bintang tersebut, tempat peristiwa nova akan terjadi dalam seumur hidup manusia yang ada saat ini. Saking terangnya, cahayanya sehingga dapat dilihat di Bumi dengan mata telanjang.

"Ini adalah peristiwa sekali seumur hidup yang akan menciptakan banyak astronom baru di luar sana, memberi kaum muda peristiwa kosmik yang dapat mereka amati sendiri, mengajukan pertanyaan mereka sendiri, dan mengumpulkan data mereka sendiri," kata Dr. Rebekah Hounsell, asisten ilmuwan peneliti yang mengkhususkan diri dalam peristiwa nova di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, AS. "Ini akan memicu generasi ilmuwan berikutnya," imbuh dia.

Bintang T Coronae Borealis dijuluki Blaze Star dan dikenal oleh para astronom hanya sebagai "T CrB", adalah sistem biner yaitu bintang raksasa merah dan katai putih saling yang terletak di Mahkota Utara (Northern Crown). Jaraknya dengan bumi mencapai sekitar 3.000 tahun cahaya. Sebuah jarak yang cukup dekat untuk dilakukan pengamatan.

Katai putih adalah sisa bintang mati seukuran Bumi dengan massa yang sebanding dengan Matahari. Sementara raksasa merah perlahan-lahan dilucuti hidrogennya oleh tarikan gravitasi yang tak henti-hentinya dari tetangganya yang lapar itu.

Hidrogen dari raksasa merah terakumulasi di permukaan katai putih, menyebabkan penumpukan tekanan dan panas. Hal ini memicu ledakan termonuklir yang cukup besar untuk meledakkan material yang terakumulasi itu.

"Untuk T CrB, peristiwa itu tampaknya terjadi lagi, rata-rata, setiap 80 tahun. Jangan membingungkan nova dengan supernova, ledakan terakhir yang dahsyat yang menghancurkan beberapa bintang yang sekarat," kata Hounsell menegaskan.

Dalam peristiwa nova, bintang katai tetap utuh, mengirimkan material yang terakumulasi melesat ke luar angkasa dalam sekejap yang menyilaukan. Siklus ini biasanya berulang dari waktu ke waktu, sebuah proses yang dapat berlangsung selama puluhan atau ratusan ribu tahun.

"Ada beberapa nova berulang dengan siklus yang sangat pendek, tetapi biasanya, kita tidak sering melihat letusan berulang dalam masa hidup manusia, dan jarang sekali yang begitu dekat dengan sistem kita sendiri. Akan sangat menyenangkan bisa duduk di kursi barisan depan ini," imbuh dia.

Penampakan pertama nova T CrB yang tercatat terjadi lebih dari 800 tahun yang lalu, pada musim gugur tahun 1217. Saat itu seorang pria bernama Burchard, kepala biara Ursberg, Jerman, mencatat pengamatannya terhadap bintang redup yang untuk sementara waktu bersinar dengan cahaya yang sangat terang.

Nova T CrB terakhir terlihat dari Bumi pada tahun 1946. Perilakunya selama dekade terakhir tampak sangat mirip dengan perilaku yang diamati dalam jangka waktu yang sama menjelang letusan tahun 1946. Jika polanya terus berlanjut, beberapa peneliti mengatakan, peristiwa nova dapat terjadi pada bulan September 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.