Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jatim Pastikan Masyakat Bebas dari Pangan yang Terkontaminasi Bahan Berbahaya

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 01:56 WIB | Oleh:

"Kita mulai menghadapi climate change dan kebakaran tapi dengan bantuan dan sinergi dari segala pihak terkait termasuk Kementerian Pertanian, Insyaallah kami bisa mempertahankan panen kita," tegasnya.

Pj. Gubernur Adhy juga menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakan Peringatan Hari Keamanan Pangan di Jawa Timur. Apalagi mengingat posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional Indonesia Timur dan provinsi penyangga pangan nasional.

Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa 4 tahun berturut-turut (2020-2023) kontribusi produksi rata-rata padi Jawa Timur mencapai 17,9 persen terhadap produksi padi nasional.

Sementara itu, untuk pola konsumsi pangan masyarakat Jawa Timur dilihat dari skor Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2023 sebesar 93,8. Angka ini meningkat 1 persen dari tahun 2022 yaitu 92,8 persen.

"Kami tentu sangat mengapresiasi dan berterimakasih, apalagi ini sangat membuat senang pemerintah kota Surabaya juga karena banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan di kota ini. Semoga kegiatan ini bisa menyadarkan kami pentingnya keamanan pangan," pungkasnya.

Di sisi lain, perwakilan WHO Indonesia, Momoe Takeuchi, menyampaikan bahwa saat ini dihadapkan pada kondisi tidak terduga karena kejadian yang disebabkan oleh pangan yang tidak aman.

"Di Indonesia, hampir 5000 kasus keracunan makanan dilaporkan dari Januari hingga Oktober 2023, yang meningkat 30% dari tahun 2020," katanya

Momoe juga menjelaskan bahwa keamanan pangan yang tidak memadai dapat menyebabkan siklus kesehatan dan gizi yang tidak berakhir.

"Oleh karena itu perlu adanya langkah strategis yakni dengan memperkuat kesiapsiagaan menerapkan sistem yang mampu mencegah insiden keamanan pangan, penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan yang membutuhkan pendekatan multi-sektoral, dari pemerintah dan masyarakat," terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, menggarisbawahi isu perubahan iklim yang berdampak pada keamanan pangan. Ancaman ketidakpastian keamanan pangan inilah yang menjadi momentum dibalik terselenggaranya acara ini.

"Perlu adanya kolaborasi kesiapsiagaan sehingga potensi ketidakamanan pangan dapat dicegah dan mampu mewujudkan pangan segar aman," kata Arief.

"Kami juga berupaya mempertahankan kemandirian dan kedaulatan pangan sehingga hal ini menjadi concern kita saat ini utamanya stakeholder untuk mewujudkan keamanan pangan yang lebih baik lagi," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Megapolitan
Pemprov DKI hentikan sistem...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.