Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melihat Aksi Perempuan Kulon Progo Merawat Alam dan Pangan dengan Bertani

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 11:37 WIB | Oleh: Tim Penulis

Inisiatif berkelanjutan petani Karisma memang berkontribusi terhadap kelestarian pangan lokal dan lingkungan di sekitarnya. Namun, praktik baik ini berisiko terganggu akibat perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem, serta ketidakpastian musim hujan dan kemarau. Populasi hama juga menjadi tak terkendali.

Situasi tersebut diperparah oleh persoalan pertanian seperti kemiskinan petani akibat gagal panen, harga jual panen yang rendah, dan subdisi pupuk kimia bagi petani.

Kebijakan dan program pemerintah sepatutnya dapat memastikan keberlangsungan kehidupan petani, khususnya skala kecil, seperti petani Karisma. Pemerintah perlu memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani dalam menghadapi krisis iklim.

Selain itu, kita juga perlu program secara sistemik untuk berhenti menggunakan pupuk kimiawi yang menyumbang kenaikan emisi gas rumah kaca sehingga memperparah krisis iklim. Pemerintah juga dapat merumuskan inisiatif untuk mengembalikan varian benih lokal yang beragam, merumuskan kebijakan susbidi petani yang memadai, serta memberikan reward kepada para petani lestari yang konsisten melestarikan Bumi.

Sana Ullaili, Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Kinasih berkontribusi dalam penelitian dan penulisan artikel ini.The Conversation

Zulfa Sakhiyya, Communication Director of ALMI, and Associate Professor at the Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang; Agung Ginanjar anjaniputra, Lecturer; Girindra Putri Dewi Saraswati, Lecturer in English Education, Universitas Negeri Semarang; Rini Astuti, Research Fellow, Australian National University; Sri Sumaryani, Lecturer at the Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang, dan Zuhrul Anam, Lecturer in English Language and Literature, Universitas Negeri Semarang

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.