Kenali Beberapa Tanda Sebelum Migrain Menyerang
📅 Selasa, 18 Jun 2024, 20:36 WIB | Oleh: Haryo BronoPada migrain klasik/migrain dengan aura dapat terjadi 4 tahapan sebagai berikut, prodromal terjadi satu atau dua hari sebelum terjadi, dimana perubahan halus akan datangnya penyakit dapat dirasakan, termasuk sembelit, perubahan suasana hati, dari depresi hingga euforia, mengidam makanan, leher kaku, peningkatan buang air kecil, retensi cairan, hingga sering menguap.
Aura atau kunang-kunang muncul sebelum atau selama migrain, bersifat visual tetapi dapat juga mencakup gangguan lain. Setiap gejala biasanya dimulai secara bertahap, berkembang selama beberapa menit dan dapat berlangsung hingga 60 menit.
"Serangan migrain dapat berlangsung 4 hingga 72 jam jika tidak diobati, dan kejadian pada setiap orang dapat beragam. Seseorang dapat terkena serangan migrain beberapa kali dalam sebulan," terang dr. Henry.
Padamigraine post-dromalterjadi setelah serangan, dimana pasien merasa lelah, bingung, dan tidak berdaya hingga seharian. Gerakan kepala yang tiba-tiba juga dapat menimbulkan rasa sakit lagi untuk sementara. Sementara migrain tanpa aura adalah nyeri kepala dengan gambaran di atas tanpa disertai adanya aura.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika mempunyai riwayat sakit kepala, atau jika pola sakit kepala berubah atau sakit kepala terasa berbeda, atau sering mengalami tanda dan gejala migrain, catat serangan yang dialami dan cara Anda menanganinya, segera konsultasi dengan dokter, untuk menyingkirkan adanya masalah medis yang lebih serius serta untuk mendapatkan penanganan yang tepat berdasarkan tipe nyeri kepalanya," pintanya.
Seorang 'Pejuang Migrain,' Muhammad Ainul Fahmi dari Surabaya mengatakan bahwa penting untuk memahami migrain. Fahmi menyarankan untuk melakukan beberapa perawatan seperti kompres panas atau dingin untuk mengurangi ketegangan.
"Beristirahat di tempat yang tenang, melakukan pijatan lembut pada kepala yang terasa sakit, menambah konsumsi air minum, tidur yang cukup, menjaga pola makan yang sehat, olahraga aerobik untuk meregangkan otot yang tegang, dan jangan lupa selalu konsultasi dengan dokter," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menurunkan atau menghindari serangan migrain, Fahmi berolahraga secara teratur, termasuk latihan aerobik seperti jalan kaki,jogging,atau bersepeda. Mengelola stres baik melalui terapi atau melakukan relaksasi membuat jadwal kegiatan dan kebiasaan yang teratur termasuk waktu makan dan waktu tidur, serta mengupayakan keseimbangan hidup dengan pilihan gaya hidup sehat.
Ketua Tim Kerja Gangguan Otak, Direktorat Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr. Tiersa Vera Junita M.Epid., menuturkan, dalam rangka peringatan Bulan Kesadaran Migrain dan Sakit Kepala, pemerintah mendukung penuh upaya Perdosni untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penanganan penyakit migrain yang tepat.
"Kami berharap melalui acara tersebut masyarakat mendapat pemahaman akan pentingnya mengatasi gejala penyakit migrain sedini mungkin. Kami berharap masyarakat selalu berkonsultasi dengan dokter, mengingat migrain adalah penyakit yang dapat memengaruhi kualitas hidup, dan dapat berkembang kronis sehingga mempengaruhi performa harian seseorang," ucapnya.
Menurut Tiersa, secara global migrain termasuk salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dikaitkan dengan disabilitas pada usia produktif. Migrain yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menyebabkan masalah kesehatan mental, dan penggunaan obat yang berlebih, yang membuatnya semakin sulit untuk ditangani.
Senior Manager Global Policy and Public Affairs Pfizer Indonesia, Khoirul Amin turut menyampaikan, Pfizer berharap dengan adanya seminar edukatif ini, masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian mengenai migrain. Hal ini tidak hanya berlaku bagi penderita namun juga bagi penderita migrain, tetapi juga keluarga, sahabat, dan rekan kerja.
Ketua Perdosni, Dr. dr. Dodik Tugasworo P, Sp.N. Subsp.NIOO(K), MH berharap pemahaman masyarakat tentang migrain dapat meningkat. Mereka diharapkan dapat melakukan deteksi dini dengan berkonsultasi dengan dokter untuk perawatan yang tepat, serta terbentuknya Komunitas Peduli Migrain sebagai empati dan kepedulian terhadap para pejuang migrain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!