Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hutan Wehea, Warisan Alam yang Terus Dijaga Kelestariannya

📅 Minggu, 16 Jun 2024, 09:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hutan Wehea, Warisan Alam yang Terus Dijaga Kelestariannya Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Bentang alam hutan Wehea di Kabupaten Kutai Timur, Kaltimantan Timur.

KUTAI TIMUR - Di pedalaman Kalimantan Timur, terbentang hutan tropis yang masih asri, yakni hutan Wehea. Hutan ini bukan hanya rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang tergolong langka, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat adat Dayak Wehea dalam menjaga kelestarian alam.

Komunitas adat Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing, Kabupaten Kutai Timur, tidak hanya bertanggung jawab menjaga hutan, tetapi juga berusaha menyadarkan generasi muda tentang pentingnya hutan melalui edukasi.

Yuliana Wetuq, Koordinator Kelompok Penjaga Hutan Wehea, dengan penuh semangat menceritakan upaya mereka dalam melestarikan hutan ini.

Di sekitar hutan Wehea, terdapat beberapa sekolah yang telah mendapatkan edukasi tentang pelestarian hutan, termasuk sekolah-sekolah negeri, dan swasta. Mereka diajarkan untuk menghargai dan melindungi hutan yang merupakan warisan leluhur dan sumber kehidupan.

Masyarakat adat di Desa Nehas Liah Bing memiliki cara tersendiri dalam menjaga hutan. Selain edukasi, mereka juga mengadakan program-program yang menarik wisatawan untuk melihat keindahan dan keunikan hutan Wehea.

"Kami juga mengajak masyarakat dan para pemuda, agar mereka mengerti bagaimana kami menjaga hutan dan apa saja yang harus dilindungi," tutur Yuliana.

Salah satu kekayaan hutan Wehea adalah tanaman obat-obatan yang merupakan ramuan turun-temurun. Masyarakat adat telah lama menggunakan apotek hidup untuk mengobati berbagai penyakit, baik yang ada di hutan maupun di kampung.

Upaya pelestarian ini telah berjalan lama sejak 2004, karena hutan Wehea adalah hutan adat yang dijaga turun-temurun.

Asa Yuliana, jika hutan Wehea diakui sebagai hutan adat, maka pelestarian akan lebih terjamin. Masyarakat adat memiliki ritual yang tidak bisa dipisahkan dari hutan, seperti penggunaan kayu tertentu yang hanya bisa ditemukan di hutan Wehea. Ritual tersebut dirangkai dalam pesta adat Lom Plai yang digelar setahun sekali.

Hubungan antara masyarakat adat dan hutan Wehea adalah hubungan simbiosis yang tidak bisa diputus.

Hingga saat ini, hutan Wehea terbebas dari kontaminasi industri, seperti sawit, hutan tanaman industri atau eksplorasi lainnya. Keberadaan hutan ini sangat penting untuk menjaga sumber air bersih dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, patroli rutin dilakukan untuk menjaga hutan dari ancaman.

Di hutan Wehea, terdapat hewan endemik dan pohon-pohon besar yang dominan, yang menjadi simbol kekuatan dan kelestarian hutan. Harapan Yuliana dan masyarakat adat kepada pemerintah adalah agar hutan Wehea terus terjaga dan didukung sepenuhnya, baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.

Yuliana menaruh harapan besar atas dukungan pemerintah terhadap kelompok penjaga hutan. Sebagai pengelola hutan, ingin agar ada perhatian lebih. Kelompok penjaga diberi perhatian besar oleh para pemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

47 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.