Digempur Barang Impor, Pabrik Tekstil Terus PHK Karyawan
📅 Kamis, 13 Jun 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiLindungi Produk Lokal
Dihubungi terpisah, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, menegaskan pentingnya melindungi produk industri lokal dari persaingan yang tidak seimbang. Sebab, langkah seperti itu merupakan kewajiban konstitusional negara, termasuk melindungi dari produk impor.
"Selain melalui regulasi yang prorakyat, juga mesti dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, dan teknologi tepat guna bagi UMKM," tegasnya.
Di kesempatan lain, Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ni Made Sukartini, mengatakan serbuan produk tekstil impor termasuk pakaian bekas (thrifting), disebabkan faktor kebutuhan masyarakat akan mode brand ternama dengan harga terjangkau, sementara daya saing produk lokal masih kalah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan image kualitas produk luar lebih berkualitas dan harga yang murah maka sudah pasti produk ilegal ini mendapat tempat di hati masyarakat. Sementara produk industri kita belum seefisien di luar negeri. Perbedaan produktivitas tenaga kerja dan harga bahan baku membuat daya saing industri pakaian di dalam negeri lebih rendah," katanya.
Bila ini dibiarkan dengan semakin banyaknya impor dan dilakukan secara ilegal, kesinambungan produksi industri pakaian di dalam negeri akan terancam. Karena sifatnya padat karya maka dampak selanjutnya bisa PHK dan pengangguran.
"Ini menunjukkan impor yang tidak dikendalikan akan mengganggu kesinambungan usaha bagi industri sejenis di dalam negeri. Kuncinya adalah keseriusan pemerintah sebagai regulator menegakkan regulasi dan impor ilegal harus ditertibkan," pungkas Sukartini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!