Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Marcos Jr: Filipina Hadapi Ancaman Eksternal Besar

📅 Rabu, 12 Jun 2024, 02:55 WIB | Oleh:
Marcos Jr: Filipina Hadapi  Ancaman Eksternal Besar Doc: AFP/FREDERIC J BROWN
Ket. Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr

MANILA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Senin (10/6) mengatakan bahwa negaranya harus bersiap menghadapi segala kemungkinan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Indo-Pasifik terkait klaim kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan (LTS) serta masalah keamanan di sekitar negara tetangga Taiwan.

"Filipina telah lama berselisih dengan Tiongkok terkait LTS. Namun kedekatan negara tersebut dengan Taiwan menempatkannya dalam wilayah yang menjadi perhatian Tiongkok," kata Presiden Marcos Jr kepada pasukan di sebuah kamp militer di Provinsi Isabela di wilayah utara Cagayan, yang menghadap Taiwan.

Tiongkok memandang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian integral dari wilayahnya dan sangat menentang segala upaya menuju kemerdekaan Taiwan. Taiwan menolak klaim kedaulatan Tiongkok. Selain itu Taiwan juga merupakan rumah bagi lebih dari 150.000 warga Filipina.

"Ancaman dari luar kini semakin nyata, semakin mengkhawatirkan, dan itulah sebabnya kita harus bersiap," kata Marcos Jr dalam siaran pers yang disampaikan di istana presiden pada Selasa (11/6).

Pada 2023 lalu, Presiden Marcos Jr memberi pasukan Amerika Serikat (AS) akses ke pangkalan militer yang jumlahnya hampir dua kali lipat di tengah kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Tiongkok di LTS dan ketegangan di Taiwan.

Tiongkok mengatakan bahwa pemberian perluasan akses ke AS bisa memicu semakin memanasnya perselisihan.

Pada Mei lalu, militer Tiongkok melakukan latihan perang selama dua hari di sekitar Taiwan.

"Sekarang Anda mempunyai dua misi, padahal sebelumnya hanya misi keamanan dalam negeri," kata Marcos Jr kepada pasukannya seraya menekankan perlunya memperkuat kemampuan pertahanan eksternal.

Filipina tidak berusaha mengubah garis wilayah kedaulatannya termasuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan negara tersebut berkomitmen untuk mempertahankan diri sambil melakukan diplomasi, ucap Presiden Filipina itu.

"Tiongkok tidak punya kepentingan berada di ZEE Filipina," ucap Menteri Pertahanan Nasional Filipina, Gilberto Teodoro, dalam sebuah pernyataan. "Pesan utamanya adalah: 10 garis putus-putus adalah provokasi. Dan semuanya berkutat dari situ," imbuh dia mengacu pada garis berbentuk U di peta Tiongkok.

Garis tersebut, yang menurut Tiongkok didasarkan pada peta bersejarahnya, berputar sejauh 1.500 kilometer di selatan Pulau Hainan dan memotong ZEE Filipina, Malaysia, Brunei, Indonesia, dan Vietnam. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.