Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak-jejak Kehadiran Portugis di Thailand

📅 Senin, 10 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Jejak-jejak Kehadiran Portugis  di Thailand Doc: afp/ Romeo GACAD

Walau tak pernah dijajah oleh bangsa Eropa, sejumlah jejak kolonial Portugis masih bisa terlihat di Thailand yang terserap dalam bentuk bahasa, masakan, dan arsitektur di seluruh Bangkok.

Negeri Siam atau Thailand merupakan sebuah negara yang tidak pernah dijajah bangsa Eropa. Namun mengapa jejak-jejak kolonial seperti bangunan-bangunan dan kampung Portugis banyak dijumpai di negeri ini?

Di Kudeejeen, Bangkok, misalnya terdapat Thanusingha Bakery House, tempat lima generasi dari keluarga yang sama telah membuat kudapan Portugis seperti khanom farang kudi chin (kue orang asing).

Saat berjalan-jalan di jalan-jalan Thonburi, di tepi kanan Sungai Chao Phraya, wisatawan akan dikejutkan dengan ayam jantan Barcelos yang berwarna-warni simbol nasional Portugal dipajang dengan bangga di pintu masuk Museum Baan Kudichin. Museum ini memang didedikasikan untuk merayakan hubungan Thailand-Portugis yang telah lama terjalin.

Di sepanjang Soi Captain Bush, jalan samping yang dinamai menurut kapten laut Inggris, John Bush (1819-1905 M), terdapat kedutaan Eropa tertua di Bangkok yang dibangun pada 1860 oleh Portugis. Di sini akan ditemukan jejak pengaruh Portugis dalam bahasa Thailand, masakan Thailand, dan arsitektur kolonial di seluruh Bangkok.

Jejak-jejak Portugis di Thailand ini bermula saat Thailand dikenal sebagai Siam, dan ibukotanya dari kerajaan itu adalah Ayutthaya. Lalu seberapa jauh pengaruh Portugis terhadap negeri yang disebut tidak pernah dijajah bangsa Eropa itu?

Laman World History Encyclopedia menyebut Portugis adalah orang Eropa pertama yang melakukan kontak dengan Siam. Mereka tiba di Ayutthaya pada 1511 M. Setelah merebut pelabuhan Malaka, mereka berupaya menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan orang Thailand.

Berita tentang serangan terhadap Malaka dan rumor tentang kekuatan militer Portugis telah sampai ke Raja Ramathibodi II (memerintah 1491-1529 M). Ia tidak terlalu terkejut ketika melihat sebuah kapal berlayar di Sungai Chao Phraya. Di atas kapal tersebut terdapat misi diplomatik yang dikirim Portugis dari Malaka oleh laksamana dan komandan militer Portugis Afonso de Albuquerque (1453-1515 M).

Kala itu kota pelabuhan itu merupakan negara bagian bawahan Siam. Seorang penjahit yang mampu berbahasa Melayu dan Portugis yang pernah dipenjara di Malaka, diberi tugas untuk menjalin hubungan persahabatan antara Raja Portugal dan Raja Siam.

Raja Ramathibodi II dihadiahi pedang emas dalam sarung bertahtakan berlian dan cincin rubi. Ia menerima penaklukan Malaka oleh Portugis, dan dengan demikian dimulailah serangkaian misi diplomatik dan perdagangan antara Malaka dan Ayutthaya, yang berpuncak pada penandatanganan perjanjian perdagangan antara utusan Portugis, Duarte Coelho Pereira (sekitar 1485-1554 M), dan Raja Ayutthaya.

Sebagai imbalan atas bubuk mesiu, senapan, dan saran tentang strategi militer untuk berperang melawan Kerajaan Chiang Mai (Thailand utara), Portugis diberi tanah di wilayah selatan Ayutthaya. Setelah itu pemukiman Portugis, yang dikenal sebagai Campos Portugues, telah berkembang menjadi lebih dari 3.000 penduduk pada saat Ayutthaya dijarah oleh Burma pada tahun 1767 M.

Para pengrajin dan pedagang, pendeta dan tentara, bersama dengan warga negara Portugis dan keluarga mereka yang ingin menetap di pinggiran kekaisaran Portugis di Timur (dikenal sebagai Estado da India), lalu membuat rumah mereka di tepi barat Sungai Chao Phraya.

Selama masa pemerintahan Raja Chairacha (memerintah 1534-1546 M), 120 orang Portugis bertugas sebagai pengawal kerajaan. Sementara yang lain bertugas sebagai tentara bayaran dalam perselisihan Ayutthaya yang tak ada habisnya dengan negara-negara tetangga.

Orang Portugis tidak sepenuhnya setia kepada orang Thailand. Ketika Burma menyerang Ayutthaya selama perang Burma-Siam tahun 1547-1549 M, tentara bayaran Portugis yang tergabung di tentara Siam, diserang oleh rekan senegaranya dalam kontingen tentara bayaran yang bertempur dengan Burma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

37 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.