Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakistan, Yunani, Somalia Akan Masuk Anggota Dewan Keamanan PBB

📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Pakistan, Yunani, Somalia Akan Masuk Anggota Dewan Keamanan PBB Doc: Antara/Xinhua/Xie E
Ket. Menteri Luar Negeri Yunani Giorgos Gerapetritis (tengah) berbicara kepada pers setelah Yunani terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB di markas besar PBB di New York, (6/6/2024).

NEW YORK - Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia dipilih melalui pemungutan suara rahasia pada hari Kamis (6/6) di Majelis Umum PBB untuk bertugas di Dewan Keamanan untuk masa jabatan 2025-2026.

Dikutip dari Barron, panel tertinggi PBB, yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional ini terdiri dari 15 negara, termasuk lima anggota tetap yang memegang hak veto yaitu Inggris, Tiongkok, Prancis, Russia, dan Amerika Serikat.

Sepuluh anggota lainnya dipilih untuk masa jabatan dua tahun, setengahnya diperbarui setiap tahun. Lima negara yang dipilih pada hari Kamis tidak mempunyai lawan.

"Masa jabatan kami akan dipandu oleh komitmen penuh terhadap multilateralisme dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang tercantum dalam Piagam PBB," kata Menteri Luar Negeri Somalia, Ahmed Moallim Fiqi, yang bulan lalu menyerukan pemberangkatan misi PBB di negaranya dengan akhir tahun.

"Kami akan berusaha memperkuat kerja sama antara Dewan Keamanan dan organisasi regional, termasuk Uni Afrika," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgios Gerapetritis, menyoroti bagaimana posisi negaranya yang "di persimpangan" tiga benua dapat membantu membangun jembatan antara utara dan selatan, timur dan barat. "Kami bercita-cita memberi makna baru pada gagasan penyelesaian sengketa secara damai," katanya.

Human Rights Watch mengecam pemungutan suara yang tidak kompetitif. "Pemilu yang tidak terbantahkan untuk mendapatkan kursi di Dewan Keamanan atau badan PBB lainnya merupakan olok-olok terhadap kata 'pemilihan'," kata Louis Charbonneau,direktur LSM PBB tersebut, di X.

"Negara-negara anggota harus memberikan pilihan pada diri mereka sendiri sehingga pemerintah yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius dapat ditolak," katanya.

Charbonneau mencatat, bagaimana sekutu Rusianya, Belarus, dikalahkan oleh Slovenia tahun lalu dalam pemilihan kompetitif untuk kursi kelompok regional Eropa Timur, ketika para anggotanya sangat menentang invasi Russia ke Ukraina.

Kelima negara yang masuk akan menggantikan Ekuador, Jepang, Malta, Mozambik, dan Swiss mulai 1 Januari 2025.

Mereka akan bergabung dengan lima anggota tidak tetap lainnya yang terpilih tahun lalu yaitu Aljazair, Guyana, Sierra Leone, Slovenia, dan Korea Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.