Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan, Stafsus Menteri BUMN Sebut Anak Usaha Kimia Farma Rekayasa Keuangan

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 05:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Stafsus Menteri BUMN Sebut Anak Usaha Kimia Farma Rekayasa Keuangan Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Staf Khusus III Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga memberi keterangan kepada awak media di sela peresmian Vending Machine UMKM PT Pegadaian di Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Jakarta - Staf Khusus III Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan bahwa pihaknya menemukan adanya dugaan rekayasa keuangan dari anak usaha Kimia Farma.

"Kimia Farma juga demikian. Ada inilah, rekayasa keuangan," kata Arya usai meresmikan Vending Machine UMKM PT Pegadaian di Jakarta, Rabu.

Arya menyampaikan bahwa pihaknya sudah menemukan adanya dugaan rekayasa keuangan pada anak Kimia Farma. Namun, dia tidak menyebut secara rinci anak perusahaan tersebut. "Temuannya udah ada, tinggal diproses aja," ucap Arya.

Arya menjelaskan bahwa rekayasa keuangan yang diduga dilakukan anak usaha Kimia Farma itu berbeda dengan yang terjadi pada dugaan kasus fraud pada PT Indofarma.

"Itu beda, dia (anak usaha Kimia Farma), rekayasa keuangan. Beda sama kalau Indo (Indofarma) itu kan uangnya hilang, diambil, kalau ini kan dia rekayasa, menggelembungkan," jelas Arya.

Lebih lanjut, Arya menjelaskan, bentuk rekayasa keuangan yang diduga dilakukan oleh anak usaha Kimia Farma yaitu seakan-akan hasil penjualan atau distribusi berjalan baik. Tetapi pada kenyataannya hasil penjualan tidak berjalan baik.

"Misalnya di distribusi distribusi dan sebagainya, seakan-akan penjualan semua bagus padahal enggak. Anaknya si KF (Kimia Farma)," tutur Arya.

Arya mengungkapkan bahwa temuan dugaan rekayasa keuangan tersebut berdasarkan hasil audit internal PT Kimia Farma.

"Itu hasilnya kalau nggak ada audit dari internalnya KF (Kimia Farma) mana dapat itu, karena yang audit internal makanya didapat itu," ungkap Arya.

Lebih lanjut area menambahkan bahwa permasalahan lain yang terjadi di kimia Farma yaitu banyaknya pabrik yang dibangun tetapi dinilai tidak efisien.

"Dan disamping itu juga KF (Kimia Farma) ada juga problem di pabriknya. Yaitu kebanyakan pabrik, enggak efisien. Makanya dari 10 pabrik bakal tinggal lima pabrik yang dikelola. Iya, jadi enggak efisien lah pokoknya, dulu itu terlalu banyak bangun pabrik. Padahal enggak butuh," demikian Arya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Festival Kali Pasir Libatkan Masyarakat Sekitar

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Festival Kali Pasir Libatka...

Layanan Kesehatan Mamuju Masih Harus Terus Ditingkatkan

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Layanan Kesehatan Mamuju Ma...

Catatan Waktu Masih Terus Menjadi Fokus Ni Made

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Catatan Waktu Masih Terus M...
Daerah
UMKM Diharapkan Ikut Berkem...

Pemain Bertahan Ceko Direkrut PSIM Yogyakarta

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Bertahan Ceko Direkr...

Piala Presiden Menjadi Ajang Antara Membentuk Skuad Persebaya

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Presiden Menjadi Ajan...

Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius  

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Sisi Wisata Kesehatan Belum...
Nasional
Indonesia Masih Kekurangan ...
Nasional
Jangan Terkecoh Hujan Ringa...

Penyaluran KUR NTT Perlu Digenjot Lagi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penyaluran KUR NTT Perlu Di...
Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.