Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Beri Sanksi Ekonomi ke Iran dengan Targetkan Lima Sektor

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 13:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Beri Sanksi Ekonomi ke Iran dengan Targetkan Lima Sektor Doc: ANTARA
Ket. Menteri Keuangan AS Scott Bessent berbicara dalam konferensi pers di Cash Room Departemen Keuangan di Washington, DC, pada 24 Agustus 2026, saat ia mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran dan menyebut langkah-langkah tersebut sebagai "D-Day ekonomi".

WASHINGTON – Sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran berfokus pada lima sektor utama ekonomi negara tersebut, seperti penerbangan, pelayaran, teknologi, emas, dan aset digital, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (24/8).

"Keputusan sanksi sektoral baru yang dikeluarkan hari ini menargetkan lima jalur kehidupan paling vital Iran yang dimanfaatkannya di negara-negara lain, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran," kata Bessent dalam konferensi pers. 

Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal terkait Iran, tambahnya.

Sebelumnya, Minggu (23/8), Bessent mengatakan dalam sebuah artikel opini di Financial Times bahwa AS, berkat peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran, telah memasuki tahap akhir konfliknya dengan negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8) dan menyebutnya sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Trump juga mendesak negara sekutu AS untuk bergabung dengan AS. Namun, Trump sebelumnya menyatakan bahwa peralihan strategi perang ekonomi melawan Iran itu tidak berarti AS mengesampingkan opsi militer apa pun.

Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan.

Pada pertengahan Juni lalu, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Meskipun demikian, kedua pihak tidak sedang bertempur secara langsung, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Kemenaker Apresiasi Program...
Luar Negeri
AS Beri Sanksi Ekonomi ke I...
Daerah
Polisi Tangkap Tiga Pelaku ...
Olahraga
Petenis Putri Indonesia Ald...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.