Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menhan AS ke Kamboja untuk Tingkatkan Hubungan

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menhan AS ke Kamboja untuk Tingkatkan Hubungan Doc: AFP
Ket. Kunjungi Kamboja | Menhan AS, Lloyd Austin (kiri), berjabat tangan dengan PM Kamboja, Hun Manet, saat keduanya bertemu di Istana Perdamaian, Phnom Penh, pada Selasa (4/6). Menhan Austin mengunjungi Kamboja untuk misi memulihkan hubungan bilateral.

PHNOM PENH - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, pada Selasa (4/6) tiba di Kamboja dalam upaya untuk memulihkan hubungan dengan negara sekutu setia Tiongkok tersebut.

Hubungan Washington DC dengan negara Asia tenggara ini telah memburuk selama bertahun-tahun dengan Tiongkok menggelontorkan miliaran dollar investasi infrastruktur di bawah kepemimpinan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.

AS telah menyuarakan keprihatinannya atas pangkalan angkatan laut utama Kamboja yang sedang ditingkatkan oleh Beijing, yang menurut mereka dapat digunakan untuk meningkatkan pengaruh raksasa Asia itu di Teluk Thailand.

"Dalam perjalanan dari Shangri-La Dialogue di Singapura, Menhan Austin mendarat di Phnom Penh pada Selasa untuk kunjungan satu hari guna menjajaki peluang untuk memperdalam hubungan pertahanan bilateral kita," tulis Austin di platform media sosialX.

Pada kunjungannya ini, Menhan Austin untuk pertama kali bertemu Hun Sen yang mengundurkan diri pada Agustus setelah hampir empat dekade berkuasa di Kamboja, dan kemudian mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Hun Manet, yang mengambil alih kekuasaan dari ayahnya.

"Kami membahas bagaimana AS dan Kamboja dapat memperkuat hubungan pertahanan kami dalam mendukung perdamaian dan stabilitas regional," tulis Austin diXsetelah bertemu Hun Manet.

Austin dan Hun Manet sama-sama lulus dari Akademi Militer AS di West Point. Austin lulus pada 1975 dan Hun Manet pada 1999.

Carl Thayer, profesor politik emeritus di Universitas New South Wales Australia, mengatakan hubungan AS-Kamboja berada pada titik perubahan setelah Hun Manet menjadi perdana menteri.

"Kunjungan Austin ke Kamboja menandakan bahwa kedua belah pihak bersedia membuang beberapa kebijakan kaku mereka yang membatasi kerja sama pertahanan dan terlibat dalam dialog baru untuk mencari titik temu," ucap Thayer kepadaAFP.

Pernyataan Hun Sen

Sementara itu dalam postingan di akunFacebook, Hun Sen mengatakan bahwa dia setuju dengan keinginan Austin untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara yang sebelumnya dinaungi rasa kurang percaya satu sama lain.

"Hubungan kami tidak terlalu buruk," kata dia seraya mendesak kedua belah pihak untuk berupaya membangun kembali rasa saling percaya.

Hun Sen pun mengatakan kepada Austin bahwa kedua negara dapat meningkatkan hubungan dengan mempersempit perbedaan, memperluas kerja sama, dan meluncurkan kembali dialog antar pejabat pertahanan.

Kunjungan Austin terjadi hanya beberapa hari setelah Kamboja dan Tiongkok menyelesaikan latihan militer tahunan bilateral terbesar yang melibatkan beberapa kapal perang Tiongkok dan ratusan personel militer. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.