Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Bisa Perburuk 'Stunting'

📅 Senin, 03 Jun 2024, 08:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inflasi Bisa Perburuk 'Stunting' Doc: istimewa

JAKARTA - Inflasi tinggi sangat mempengaruhi prevalensi gizi buruk atau stunting nasional. Tingkat inflasi dan harga komoditas tinggi membuat masyarakat mengerem belanja pangan bergizi sehingga membuat anak rentan terkena stunting.

"Dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), terlihat bahwa semakin rendah pendapatan per kapita masyarakat, semakin rendah pula pengeluarannya untuk pangan bergizi," ujar Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Sulistiadi Dono Iskandar, dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (31/5).

Menurutnya, akibat inflasi dan kenaikan harga, beberapa masyarakat kurang mampu terpaksa mengurangi belanja pangan untuk berhemat atau memilih alternatif pangan yang kurang bernutrisi. Dia mengatakan kondisi tersebut pun membuat anak rentan terkena stunting karena kurang gizi atau anemia karena kurang zat besi.

Sulistiadi menilai hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara faktor ekonomi keluarga dengan permasalahan gizi anak. Idealnya, seorang anak harus mendapatkan makanan bernutrisi lengkap, seperti karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah.

Dia juga menuturkan selain faktor sosial ekonomi keluarga, permasalahan gizi juga dapat disebabkan karena tidak terpenuhinya standar kualitas makanan dan kesulitan masyarakat untuk menjangkau pangan bergizi.

"Inilah mengapa kurangnya keterjangkauan pangan umumnya melatarbelakangi kondisi status gizi buruk," ucapnya.

LPEM FEB UI mencatat inflasi cenderung meningkat selama periode Januari-Maret 2024, walaupun sudah mulai menurun pada April 2024. Sementara itu, inflasi pada kuartal kedua diprediksi akan semakin menurun dan berpotensi membawa dampak positif terhadap daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada April 2024 tercatat sebesar 0,25 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Sementara itu, inflasi tahunan mencapai 3 persen (year-on-year/ yoy) dan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,19 persen (year-to-date/ ytd).

Instrumen Fiskal

Sebelumnya, pemerintah menegaskan optimalisasi anggaran menjadi kunci utama menghadapi stunting. Alokasi anggaran yang cukup dapat mengejar target menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Deputi bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, mengingatkan perjalanan mencapai target 14 persen tersebut masih panjang. Ia menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya, termasuk anggaran yang telah dialokasikan.

Pemerintah telah mengalokasikan sekitar 30 triliun rupiah dari APBN, termasuk 23 triliun rupiah untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Di samping itu, dana desa juga dialokasikan sebesar 10 persen dari total 70 triliun rupiah untuk program-program penurunan stunting.

Namun begitu, Suprayoga mencatat meskipun anggaran telah dialokasikan, implementasi di daerah tidak selalu efektif. "Hal ini disebabkan beberapa daerah tidak memanfaatkan dana ini dengan baik, sehingga pengawasan dan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran yang tepat sasaran," ucapnya dalam dialog virtual beberapa waktu lalu.

Dalam kurun waktu dua tahun, prevalensi stunting nasional turun dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 21,6 persen pada 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.