Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertemuan OPEC+ Diperkirakan untuk Pertahankan Pengurangan Produksi

📅 Sabtu, 01 Jun 2024, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertemuan OPEC+ Diperkirakan untuk Pertahankan Pengurangan Produksi Doc: Xinhua/Wang Zhou
Ket. Foto yang diambil pada 5 Oktober 2022 menunjukkan pusat pers di markas besar OPEC di Wina, Austria.

WINA - Para anggota kartel OPEC+ yang merupakan negara-negara penghasil minyak kemungkinan akan mempertahankan pengurangan produksi saat ini pada pertemuan dua tahunan mereka hari Minggu (2/6), kata para analis kepada AFP, dan memilih untuk berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik.

Para analis mengatakan kepada AFP, mereka memperkirakan status quo akan ditegakkan pada pertemuan tanggal 2 Juni, di mana 22 menteri energi akan bertemu secara virtual.

Harga emas hitam tidak banyak berubah sejak pertemuan terakhir di bulan November, hanya meningkat sekitar tiga hingga empat persen.

"Saya memperkirakan OPEC+ akan memperpanjang kuota yang ada saat ini," kata Tamas Varga, analis di PVM Energy, kepada AFP.

"Keseimbangan pasokan-permintaan menunjukkan bahwa tidak diperlukan perubahan, jika tidak, harga akan turun."

Setelah pertemuan terakhir pada bulan November, beberapa negara termasuk Arab Saudi dan RuSsia mengatakan akan memangkas produksi lebih lanjut dalam upaya menopang harga yang berfluktuasi.

Giovanni Staunovo, seorang analis di UBS, mengatakan kepada AFP, "delapan negara anggota yang melakukan pengurangan produksi secara sukarela kemungkinan akan memperpanjangnya."

Aliansi OPEC+, yang terdiri dari 13 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan 10 mitranya, memiliki kapasitas cadangan hampir enam juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional (IEA).

Varga mengatakan "masalah terbesarnya adalah meyakinkan pasar secara kredibel bahwa mereka yang tidak patuh akan melakukan perbaikan dalam beberapa bulan mendatang".

Suku bunga yang tinggi di seluruh dunia cenderung membatasi permintaan minyak mentah, dengan kekhawatiran akan kembalinya inflasi di Amerika Serikat dan skeptisisme terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok mengurangi kepercayaan.

Dan semua diskusi global kini berada di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Idenya adalah kita tidak benar-benar tahu ke mana kita akan pergi, jadi kita tidak mengubah apa pun," kata Philippe Sebille-Lopez, pakar masalah energi geopolitik.

Pemangkasan lebih lanjut untuk meningkatkan harga kemungkinan akan mendapat penolakan dari anggota kelompok yang lebih kecil, yang tidak ingin pendapatan minyak mereka turun.

Aliansi ini juga khawatir kehilangan pangsa pasar dibandingkan negara-negara produsen lain di luar OPEC+, seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.