Pentagon Sebut Russia Gunakan Rudal Balistik Korea Utara di Ukraina
📅 Jumat, 31 Mei 2024, 11:06 WIB | Oleh: Tim PenulisSoo Kim, mantan analis CIA, mengatakan kepada AFP bahwa fakta bahwa Russia menggunakan rudal Korea Utara tidak mengejutkan.
"Namun yang mengkhawatirkan adalah kerja sama yang berkelanjutan dan tanpa hambatan antara kedua negara," kata Kim, yang saat ini bekerja di bidang kebijakan di LMI Consulting.
"Seiring berjalannya waktu dan konflik semakin terpecahkan, kedalaman kerja sama akan menjadi lebih luas dan beragam."
Pyongyang dan Russia telah berupaya meningkatkan hubungan dalam beberapa bulan terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kim Jong Un mengunjungi Russia tahun lalu untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Putin guna memperkuat hubungan yang lebih dalam, sebuah perjalanan luar negeri yang jarang dilakukan oleh pemimpin Korea Utara yang tertutup itu.
Kremlin mengatakan kepada media Russia bulan ini bahwa kunjungan kembali Putin ke Korea Utara "sedang dipersiapkan".
Putin terakhir kali mengunjungi Pyongyang pada tahun 2000, hanya beberapa bulan setelah memasuki Kremlin, untuk bertemu dengan Kim Jong Il, ayah dan pendahulu Kim Jong Un.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korea Utara dilarang oleh sanksi PBB untuk melakukan uji coba apa pun yang menggunakan teknologi balistik.
Namun Moskow menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB pada bulan Maret untuk secara efektif mengakhiri pemantauan pelanggaran oleh PBB, dan Pyongyang secara khusus berterima kasih kepada Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!